Bupati Demak Minta Cetak Secara Massal Buku Sejarah Demak

Bupati Demak, HM Natsir meminta buku Sejarah Demak dicetak massal agar warga Demak dapat lebih memahami sejarah Demak.

Bupati Demak Minta Cetak Secara Massal Buku Sejarah Demak
Istimewa
Bupati Demak, HM Natsir memberikan arahan dalam acara Ekspose Buku Sejarah Sultan Fatah, Masjid Agung Demak Dan Kasultanan Bintoro Demak di Gedung Gradika Bina Praja Demak pada Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bupati Demak, HM Natsir meminta buku Sejarah Demak dicetak massal agar warga Demak dapat lebih memahami sejarah Demak.

Selain itu, tentunya dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan bagi anak-anak.

Hal itu disampaikan Bupati Demak, HM Natsir dalam acara Ekspose Buku Sejarah Sultan Fatah, Masjid Agung Demak Dan Kasultanan Bintoro Demak di Gedung Gradika Bina Praja Demak, Rabu (9/1/2019).

"Saya minta agar buku ini dapat dicetak secara massal dan dapat dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya buku ini nantinya dapat memperkenalkan pariwisata di Kabupaten Demak," ujarnya.

Copet Beraksi di Dalam Bus Semarang-Demak, Sopir Langsung Hentikan Bus di Depan Polisi

Bupati menjelaskan, sosok Raden Fatah merupakan satu diantara sosok umaro yang ulama.

Artinya, beliau mampu memposisikan diri sebagai seorang pemimpin dan juga sebagai seorang kyai.

"Pemimpin yang tetap mengedepankan ahlaqul karimah dan mengabdikan diri untuk perjuangan Agama Islam,” terangnya.

Untuk mengenang jasa Sultan Fatah masa lampau, lanjutnya, bupati mengajak untuk mengingat kembali sejarah kebesaran dan kejayaan Islam di Nusantara.

"Mengingat dibawah kepemimpinan Sultan Patah, Kasultanan Bintoro Demak berada di puncak kejayaan keislaman di nusantara. Apalagi Sultan Fatah merupakan pemimpin Kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa," tegasnya.

Kepala Kementerian Agama Demak, Ahmad Samsudin, mengatakan expose buku ini merupakan karya besar bagi generasi yang akan mewarisi budaya di Kabupaten Demak.

"Buku sejarah ini merupakan sebuah instrumen perekam jejak sejarah bila tidak di lestarikan akan menghilangkan nilai sejarah itu sendiri," ungkapnya.

Dana Kampanye Partai Bulan Bintang Di Demak Hanya Rp 440 Meski Punya Caleg

Dia berharap buku sejarah Sultan Fatah Demak menjadi buku panutan dan akurat, sehingga generasi tidak akan kebingungan.

Acara Ekspose Buku Sejarah Sultan Fatah turut dihadiri Ketua MUI Demak Muhammad Asyiq, narasumber dari UGM Prof Dr Joko Suryo.

Kemudian tim peneliti dari UIN Walisongo Semarang; Drs Anasom MHum dan Dr Naili Anafah, SHI, MAg, pengurus BKM Demak dan tim penyusun buku Ta’mir Masjid Agung Demak. (*)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved