Stok Darah Golongan A dan O di PMI Kota Semarang Menipis

Jumlah stok darah terutama golongan A dan O yang ada di Kantor Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menipis.

Stok Darah Golongan A dan O di PMI Kota Semarang Menipis
TRIBUN JATENG/ M NAFIUL HARIS
Kabag Pelayanan Donor PMI Kota Semarang dr Yusti Triwiyanti meninjau pelayanan donor darah di UTD PMI Kota Semarang Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah stok darah terutama golongan A dan O yang ada di Kantor Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menipis.

Kepala Bagian Pelayanan Donor PMI Kota Semarang dr Yusti Triwiyanti mengatakan dalam sebulan tempatnya bekerja melayani kebutuhan permintaan darah rumah sakit di seluruh Jateng berkisar 7.000-8.000 kantong.

"Sementara sehari kurang lebih sebanyak 250-300 kantong darah saja yang terkumpul. Itupun harus dibagi menjadi tiga jenis sel darah," katanya kepada Tribunjateng.com Rabu (9/1/2019) Jalan Sugiyopranoto No.31, Kota Semarang, Jawa Tengah

Menurut Yusti, menjadikan gerakan donor darah sebagai gaya hidup belum banyak dilakukan warga Kota Semarang. Akibatnya, jumlah pendonor baik yang datang langsung ke kantor maupun melalui mobil donor keliling masih sedikit.

Padahal lanjutnya, manfaat donor darah sangat banyak. Selain membantu sesama masyarakat yang membutuhkan juga menurunkan resiko terkena berbagai penyakit.

"Hari kemarin pendonor tercatat sebanyak 240 kantong dengan perincian golongan darah A sejumlah 67, sedang B 72 kantong. Lalu untuk AB 20 kantong, dan O 81," terangnya.

Meski begitu stok tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan yang ada selama ini. Bahkan katanya hari-hari sebelumnya sangat kurang seperti darah golongan B.

Ia menuturkan untuk golongan darah A dan O yang minim dianggap fenomena baru. Pasalnya kedua golongan darah itu harusnya lebih banyak pendonor karena tidak sulit, berbeda dengan AB yang memang sedikit.

"Kita minta donor keluarga untuk golongan AB apabila ada permintaan. Ya karena populasi pemilik darah itu sedikit," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved