Alumni 212 Gelar Tabligh Akbar di Solo, Bawaslu Jateng Imbau Jangan Sampai Disusupi Kampanye

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng meminta kegiatan Tabligh Akbar Alumni 212 di Solo 13 Januari 2019 tidak disusupi agenda kampanye.

Alumni 212 Gelar Tabligh Akbar di Solo, Bawaslu Jateng Imbau Jangan Sampai Disusupi Kampanye
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi memberi keterangan kepada awak media di kantornya, Kamis (10/11/2019). Alumni 212 Gelar Tablig Akbar di Solo, Bawaslu Imbau Jangan Sampai Disusupi Kampanye 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng meminta kegiatan Tabligh Akbar Alumni 212 di Solo 13 Januari 2019 tidak disusupi agenda kampanye.

Hal itu diutarakan Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi selepas menjalani rapat koordinasi bersama tim Gakkumdu Polda Jateng di kantor mereka, Papandayan, Semarang, Kamis (10/01/2019).

“Dari informasi dan perizinan yang diajukan judulnya bukan kegiatan kampanye. Kalau bukan ditujukan untuk kegiatan kampanye harusnya tidak ada orasi politik, tidak ada pengarahan massa untuk memilih calon tertentu,” terang Fajar Subkhi.

Polisi menggelar koordinasi dengan bawaslu karena mendapat surat perizinan kegiatan Tablig Akbar Alumni 212 di Gladak, Solo.

Dalam perizinan kegiatan disebut bahwa agenda lainnya adalah deklarasi pengawas TPS dari salah satu pasangan calon presiden dan wakilnya.

"Kami tidak bisa melarang suatu kegiatan, terlebih ini judulnya perizinan kegiatan kemasyarakatan. Ya panitia harus menjaga saja lah tidak ada unsur kampanye. Kalau ada beberapa agenda yang disebut menjurus kampanye ia meminta panitia untuk merevisi," terangnya lebih lanjut.

Menurutnya jika memang kegiatan itu murni kampanye ya dideklarasikan kampanye maka justru tidak akan ada masalah.

"Jika kampanye ya deklarasikan kampanye jangan ada unsur kegiatan kemasyarakatan. Sebaliknya jika memang itu kegiatan kemasyarakat jangan ada unsur kampanyenya," ujarnya.

Jika memang keduanya dicampuradukan memang akan rawan terjadi pelanggaran kampanye.

Meski demikian, ia kini masih mengedepankan upaya imbauan kepada panitia untuk merevisi izin acara kepada kepolisian dan memastikan tidak ada unsur kampanye dalam kegiatan tabligh akbar tersebut.

"Kami mengedepankan pencegahan, kami berharap acara tablig akbar benar-benar dibatasi sebagai kegiatan kemasyarakatan. Atau kalau panitia memang ingin kampanye sekalian saja tidak usah pakai istilah tablig akbar," pungkasnya.

Ia menyebut Bawaslu menghormati siapapun yang hendak menyampaikan pendapat di muka umum.

Hanya saja Fajar berpesan jika diadakan dalam rangka kampanye maka ada ketentuan yang harus dipenuhi.

“Ada yarat-syarat yang harus dipenuhi jija akan berkampanye. Misalnya yang mengajukan perizinan harus kelompok-kelompok, pelaksana atau peserta kampanye yang terdaftar di KPU,” pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved