Baru Mampu Layani 150 Pemohon Per Hari, Disdukcapil Pati akan Tingkatkan Pelayanan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati didatangi Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Rabu (9/1/2019) siang

Baru Mampu Layani 150 Pemohon Per Hari, Disdukcapil Pati akan Tingkatkan Pelayanan
Tribunjateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Acim Dartasim berdiskusi dengan Kepala Disdukcapil Kabupaten Pati, Rubiyanto mengenai upaya peningkatan mutu pelayanan publik, Rabu (9/1/2019). 

"Sebab suatu pelayanan publik dapat dikatakan baik apabila pihak yang melayani maupun yang dilayani sama-sama bisa tersenyum," jelasnya.

Menurut Acim, masih banyak hal yang perlu diperbaiki di Disdukcapil Pati. Namun demikian, pihaknya optimis, dengan dukungan Kepala Dinas, media, dan pihak-pihak terkait lainnya, mutu pelayanan publik di Disdukcapil Pati secara keseluruhan dapat ditingkatkan.

"Apalagi yang kami lakukan ini baru survei kondisi awal. Bulan depan akan ada pendampingan untuk perbaikan. Adapun penilaian baru akan dilaksanakan bulan Mei," jelas Acim.

Acim menjelaskan, bagaimanapun penilaian yang didapat Disdukcapil nantinya, hal tersebut tidak perlu terlalu dipersoalkan. Baginya, nilai apa pun yang didapat perlu dimaknai sebagai bagian dari proses peningkatan mutu pelayanan.

Menanggapi komentar Acim, Kepala Disdukcapil Pati, Rubiyanto, menjelaskan bahwa Disdukcapil Pati memang masih terkendala masalah sarana-prasarana dan keterbatasan jumlah SDM.

"Ada sebagian peralatan yang rusak. Selain itu banyak juga pegawai yang pensiun sehingga menyebabkan kekurangan personel, " jelas Rubiyanto.

Karena itu, pihaknya membatasi pelayanan hanya 150 pemohon per hari. Jumlah tersebut, setelah pihaknya mengkalkulasikan berbagai hal, ia menilai telah sesuai dengan kemampuan Disdukcapil Pati saat ini.

"Jangan sampai kita tidak membatasi jumlah pemohon, tapi malah mengecewakan pemohon yang berkasnya tidak selesai dan memberatkan pegawai yang melayani," terangnya.

Mengenai peningkatan honor THL, dirinya mengaku telah mengupayakannya. Namun, pihaknya masih menunggu tindak lanjut Pemkab Pati.

Untuk meningkatkan pelayanan, pihaknya juga telah mengajukan permohonan pengadaan mesin antrean. Saat ini, sistem antrean di Disdukcapil Pati memang masih manual.

"Yang jelas, kami justru berterima kasih atas kedatangan Ombudsman. Kami jadi tahu apa-apa yang perlu kami tingkatkan," ujar Rubiyanto. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved