Breaking News:

Dana Masyarakat di Bank dalam bentuk Dollar Amerika Serikat Meningkatan

Dana masyarakat yang terhimpun di bank dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS) tercatat mengalami peningkatan.

SHUTTERSTOCK Via Kompas.com
Ilustrasi dolar AS 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Dana masyarakat yang terhimpun di bank dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS) tercatat mengalami peningkatan.

Bank Indonesia (BI) mencatat, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) hingga November 2018 sebesar Rp 5.405,4 triliun, atau tumbuh 7 persen secara year on year (yoy).

Jika dilihat berdasarkan jenis mata uang, DPK valuta asing (valas) khususnya komponen giro tumbuh tinggi. Giro valas pada November 2018 mencapai Rp 388 triliun dengan pertumbuhan 41,7 persen yoy.

Sementara valas tabungan naik tipis 0,6 persen yoy menjadi Rp 127 triliun, dan deposito valas tumbuh 5,3 persen yoy menjadi Rp 309,3 triliun.

Total DPK valas pada November 2018 mencapai Rp 824,2 triliun atau tumbuh 18,8 persen yoy. Sedangkan DPK rupiah per November 2018 hanya tumbuh sebesar 5,2 persen yoy menjadi Rp 4.581,2 triliun.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), David Sumual mengatakan, pertumbuhan simpanan dalam valas dinilai wajar, mengingat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir tahun lalu.

Peningkatan penempatan di giro sejalan dengan pertumbuhan ekonomi negeri ini. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin besar simpanan giro. Sebab, biasanya pengusaha menempatkan dana jangka pendek untuk dana operasional perusahaan.

Direktur Treasury & International Banking PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Rico Rizal Budidarmo menyatakan, di 2018 DPK valas BNI meningkat ditopang pertumbuhan giro 17 persen secara year to date (ytd) hingga November 2018. Peningkatan itu ditopang oleh nasabah eksportir dan juga sebagai instrumen lindung nilai dalam mengelola kebutuhan valas dalam bisnis.

Per November 2018, BNI berhasil memupuk DPK senilai Rp 522,06 triliun. Sebanyak Rp 164,18 triliun merupakan kontribusi giro yang tumbuh 28,37 persen yoy.

Direktur Consumer Banking Bank Tabungan Negara (BTN), Budi Satria mengatakan, selain nilai kurs, sejak Juni 2018 BTN merilis Tabungan BTN Felas khusus bermata uang dollar AS dan dollar Singapura. BTN pun optimistis tahun depan DPK valas tumbuh 15 persen. (Kontan/Anggar Septiadi)

Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved