Hadir di Mata Najwa, Percakapan BPN Prabowo saat Aria Bima Banggakan Jokowi Tak Sengaja Terdengar

Kedua tim sukses masing-masing capres cawapres tersebut diminta untuk berdebat membanggakan calonnya satu sama lain

Hadir di Mata Najwa, Percakapan BPN Prabowo saat Aria Bima Banggakan Jokowi Tak Sengaja Terdengar
Capture Youtube Najwa Shihab
Suara Nasir Djamil saat berbisik terdengar 

Namun, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang hadir disana menjelaskan bahwa itu hanya stigma politik saja.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Tim Kemenangan Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani menganggap, masih terlalu dini bagi BPN untuk menyebut bahwa kasus HAM yang mencatut nama Prabowo itu adalah stigma politik.

"Masih terlalu pagi untuk menyatakan itu stigma politik, karena belum ada penyelidikan soal pak Prabowo itu terlibat atau tidak," tegasnya.

"Tapi, jika kasus pelanggaran HAM berat, terutama kasus 1998 dibuka kembali, dan pak Prabowo yang terpilih sebagai presiden, implikasi apa yang akan dilakukan pak Prabowo?" tanyanya kemudian.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandio, Dahnil Anzar mengibaratkan apa yang disampaikan Arsul Sani sebagai nasi basi.

"Bicara pelanggaran HAM 1998 itu bak nasi basi kemudian dipaksakan disajikan ke publik, meminta publik untuk makan nasi itu," ujarnya.

"Kemudian apa yang terjadi? Publik muak. Publik bosan. Karena itu nasi basi," imbuh Dahnil.

Sorakan dan tepuk tangan pun terdengar dari studio.

"Pernyataan ini menyinggung teman-teman masyarakat sipil loh!" kata Arsul Sani.

Dahnil pun menjelaskan, yang dimaksudnya adalah publik merasa muak karena kasus tersebut terus dipolitisasi.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved