PLN Area Semarang Bentuk Ekowisata Bakau di Patebon Kendal. Ini Tujuannya
PLN Area Semarang menggandeng STIE BPD Jateng membentuk ekowisata edukasi bakau di Desa Kartikajaya, Patebon.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - PLN Area Semarang menggandeng STIE BPD Jateng membentuk ekowisata edukasi bakau di Desa Kartikajaya, Patebon.
Ekowisata ini unuk mengembangkan sektor wisata bakau dan pemberdayaan masyarakat pesisir Kabupaten Kendal.
Manager PLN Area Semarang, Donny Ardiansyah mengatakan pembentukan ekowisata bakau ini merupakan bagian dari kegiatan lanjutan oleh pihaknya di wilayah tersebut.
Pada beberapa waktu sebelumnya pihaknya juga telah melakukan penanaman bakau di wilayah yang sama.
• Awal Tahun 2019, Bupati Kendal Mirna Annisa Lantik 261 Pejabat Pemkab Kendal
"Ini merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) PLN di Desa kartikajaya sebegai bentuk upaya kami menjaga alam dan lingkungan serta menciptakan potensi wisata yang meningkatkan perekonomian warga Desa Kartikajaya," katanya seusai peresmian Ekowisata Wawasan Mangrove, Kamis (10/1/2018).
Selain menjadi tempat wisata edukasi tanaman bakau dan menjadi tempat hidup berbagai macam spesies hewan pesisir, ekowisata bakau ini juga dapat menyelamatkan daerah tersebut dari abrasi.
Pasalnya di wilayah tersebut sering kali terendam banjir rob dikarenakan daratan wilayah tersebut banyak yang terkikis.
"Kami melihat upaya pencegahan abrasi dengan penanaman bakau di Desa Kartikajaya dapat menjadi sebuah potensi wisata. Oleh karena itu kami membentuk ekowisata ini dengan harapan wilayah tersebut terbebas dari abrasi dan dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Kartikajaya," jelasnya.
Selain fokus pada penyelamatan lingkungan, kontribusi kami kepada masyarakat juga menyasar beberapa aspek, seperti pendidikan aspek sosial lainnya.
• Orangtua Murid Protes, SDN 2 Campurejo Kendal Diduga Lakukan Pungli
Ketua STIE BPD Jateng, Siti Puryandani mengatakan bahwa pihaknya langkah pihaknya tidak hanya berhenti dengan berdirinya ekowisata tersebut.
Pihaknya akan berupaya mengembangkan masyarakat desa tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa.
"Banyak cara untuk melawan abrasi, yakni salah satunya menjaga ekosistem alam dengan menanam mangrove," terangnya.
• Sukseskan Kendal Berdaya Saing, Kebijakan yang Diambil Harus Tepat
Sementara itu, Kepala Desa Kartikajaya, Budi Hartono mengatakan bahwa pihaknya dan masyarakat akan berupaya menjaga dan merawat ekowisata yang dibentuk.
Menurutnya ekowisata ini akan juga menyelamatkan wilayahnya dari terendamnya air laut akibat abrasi.
"Abrasi di desa kami sangat parah, sering kali rumah warga terendam air laut saat pasang. Harapannya dengan hal ini dapat mengurangi dampak abrasi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pln-area-semarang-membentuk-ekowisata-edukasi-bakau.jpg)