Polemik Posisi Jaksa Agung, Arsul Sani Tantang Dahnil Anzar, Penonton Langsung Riuh

Arsul Sani berdbeta dengan Dahil Anzar terkait jaksa agung dari kader partai politik. penonton riuh.

Polemik Posisi Jaksa Agung, Arsul Sani Tantang Dahnil Anzar, Penonton Langsung Riuh
KOLASE TRIBUN JATENG
Arsul Sani Tantang Dahnil Anzar Debat Terkait Jaksa Agung 

TRIBUNJATENG.COM- Anggota Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani berdebat dengan Anggota Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahil Anzar terkait jaksa agung dari kader partai politik.

Debat tersebut berlangsung di acara Mata Najwa bertajuk "Jelang Ronde Pertama" yang tayang live di Trans7, Rabu (9/1/2019) malam.

Najwa Shihab memberikan waktu untuk Dahnil Anzar berbicara terkait hukum dan keadilan.

Dahnil lantas mengungkapkan pendapatnya.

"Mbak Nana, Abuse of power itu tidak hanya menyalahgunakan kekuasaan, Abuse of power bermakna seseorang itu berkuasa tapi mengabaikan ketidakadilan di tengah masyarakat," ujarnya.

Bahas Kriminalisasi, Arsul Sani Beri Data, Kubu Prabowo Malah Tertawa Hingga Najwa Shihab Melerai

Karni Ilyas Terkejut, Rocky Gerung Kritik Keras Acara ILC hingga Penonton Terdiam

Boyongan Ke Rumah Dinas, Bupati Tegal Umi Azizah akan Diiringi Pawai Becak

ILC Panas, Dimarahi Fahri Hamzah, Begini Reaksi Komisoner KPU hingga Penonton Bertepuk Tangan

Lantas, Dahnil mengkritik terkait pengangkatan Jaksa Agung yang berasal dari partai politik.

Dahnil mengeaskan, jika Prabowo-Sandiaga terpilih, maka penunjukkan Jaksa Agung berasal dari orang yang independen dan berintegritas.

"Kedua, Abuse of power itu terjadi ketika keadilan hukum bercampur baur dengan intervensi politik, kalau Prabowo-Sandi menjadi presiden dan wapres, Jaksa agung itu tidak dari partai politik, harus dipastikan Jaksa agung independen dan berintegritas, ketika jaksa agung dari partai politik, tidak bisa dinafikkan ada upaya- upaya intervensi hukum yang bisa saja terjadi kapan pun, dan ini berbahaya untuk penegakkan hukum kita," ujarnya.

Dahnil kemudian menyebutkan contoh kasus kriminalisasi.

"Fakta kriminalisasi di tengah-tengah kita itu banyak, sebut saja petani Kendeng yang berusaha membela hak-hak tanah mereka, petani Karawang yang membela tanah mereka, mereka yang berjuang tetapi mereka yang dipersalahkan, sebutlah teman-teman di Papua, yang memperjuangkan hak-hak mereka dan mereka berhadapan dengan korporasi dan mereka tidak mampu menghadapi itu karena tidak mampu membayar pengacara dan sebagainya, negara harus hadir ketika ketidakadilan itu hadir," ujar Dahnil yang disambut tepuk tangan penonton.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved