Ini Cara Menarik Bagi Wisatawan Yang Ingin Menikmati Suasana di Kota Lama Semarang

Banyak pilihan cara ditawarkan untuk menikmati kawasan Kota Lama Semarang, di antaranya menggunakan sepeda onthel.

Ini Cara Menarik Bagi Wisatawan Yang Ingin Menikmati Suasana di Kota Lama Semarang
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pengunjung terlihat asyik menikmati pesona bangunan di rumah tembok akar tepatnya di depan Gedung Monod Diephuis salah satu bangunan peninggalan zaman Belanda di Kawasan Kota Lama Semarang dengan mengendarai sepeda, Jumat (11/1/2018). Rute keliling Kota lama dengan mengendarai sepeda mulai dari Taman Sri Gunting (Gereja Blenduk), Jembatan Berok, Kantor Pos, Stasiun Tawang, Cendrawasih, Gedung Marabunta dan kembali lagi ke Tama Srigunting. 

Gedung ini berada di Jalan Branjangan, berseberangan dengan Dream Museum Zone (DMZ).

"Kami mulai beroperasi sejak tanggal 23 Desember kemarin," sebur Ari, sapan akrabnya.

PLN Area Semarang Bentuk Ekowisata Bakau di Patebon Kendal. Ini Tujuannya

Selain sepeda, pengunjung juga dapat memilih paket lain yaitu walking tour atau vespa tour. Paket-paket ini disediakan sesuai dengan tujuan wisatawan datang di Kota Lama.

"Wisatawan datang ke Kota Lama itu kan ada yang hanya foto-foto, ada juga yang untuk keperluan penelitian. Banyak mahasiswa datang untuk keperluan tugas," tuturnya.

Masing-masing paket ini diberi tarif yang bervariasi. Cycling dan vespa tour Rp 75.000 dan walking tour Rp 50.000.

Dalam perjalanan, pengunjung dapat memasuki sejumlah gedung kuno yang dilintasi.

Dari musim libur Natal dan tahun baru lalu, ia mengungkapkan, vespa tour menjadi favorit para pengunjung.

Museum Gambang Waluh Semarang Simpan Buku-buku Koleksi Berbahasa Belanda Milik Suster Moest Alt

Dua vespa yang disediakan kwalahan melayani wisatawan, sehingga didatangkan dua vespa tambahan.

"Didampingi pemandu, wisatawan selain mendapat cerita tentang kota lama juga mendapat potongan Rp 30.000 jika ingin memasuki DMZ," katanya.

Ia mengatakan, di Kota Lama Semarang, ini merupakan paket perjalanan pertama yang didampingi guide.

Guide diharapkan akan membantu pengunjung yang belajar tentang sejarah Kota Lama Semarang.

"Wisatawan asing juga pernah kami dampingi, kemarin dari Jerman dan tadi pagi dari China," ucapnya. (*)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved