Pengalaman Pertama Nurhadi 'Capres No 10' Naik Pesawat Terbang: Semua Dibiayai Pulange Disangoni

Nurhadi capres no urut 10 dengan jargon Tronjal Tronjol Maha Asyik menceritakan pengalaman pertama naik pesawat terbang.

Pengalaman Pertama Nurhadi 'Capres No 10' Naik Pesawat Terbang: Semua Dibiayai Pulange Disangoni
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Nurhadi "capres no urut 10" menjadi narasumber di acara Rosi yang dipandu Rosianna Silalahi, Jumat (10/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Nama Nurhadi dengan jargon Tronjal Tronjol Maha Asyik kian dikenal oleh khalayak ramai.

Lelaki asal Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, yang mendaku sebagai capres nomor urut 10 itu mendapat banyak tanggapan dari netizen.

Fanpage miliknya di Facebook kini sudah tembus 163.871 penyuka.

Berkat itu, dia juga kian dikenal oleh masyarakat.

Banyak yang penasaran bertatap muka dengannya.

Terbukti, hampir setiap hari tamu berdatangan ke kediamannya di RT 6 RW 4 Desa Golantepus.

Dituding Gila oleh Sudjiwo Tedjo, Nurhadi Tertawa Terbahak-bahak

Bahas Nurhadi-Aldo, Rosianna Silalahi Diprotes Sudjiwo Tedjo, Penonton Studio Riuh

Kisah Capres Fiktif Nurhadi-Aldo, Capres yang Tak Kenal Cawapresnya, Kaosnya Kini Laris Manis

Semakin dikenalnya Nurhadi membuat talkshow Rosi yang dipandu Rosianna Silalahi di Kompas TV pun mendatangkannya.

Nurhadi dipadukan dengan tamu undangan lain yaitu Muhaimin Iskandar, Sujiwo Tejo, Sudirman Said, Maman Suherman, dan Burhanudin Muhtadi.

Perjalanan untuk sampai di studio Kompas TV di Jakarta sangat berkesan bagi Nurhadi.

Pasalnya, dia baru pertama kali menikmati moda transportasi udara, pesawat terbang.

"Saya naik Lion Air, mabur (terbang)," kata Nurhadi kepada Tribunjateng.com, Jumat (11/1/2019).

Lebih berkesan lagi, pengalaman naik pesawatnya bukan dari kocek sendiri alias dibiayai oleh stasiun televisi yang mengundangnya.

"(Untuk biaya) saya tidak tahu sama sekali, semua dibiayai Kompas TV. Profesional. Saya berangkat wong-wong tok. Termasuk biaya bagasi ya tidak tahu. Malah pulange aku disangoni (diberi uang saku)," tuturnya polos.

Dalam waktu dekat, katanya, ada stasiun televisi swasta nasional lagi yang berencana mengundangnya.

Namun, dia masih belum bisa memastikan apakah bisa datang.

"Lihat dulu, bisa datang apa tidak. Yang pasti sudah ada yang mengundang lagi," paparnya.

Nurhadi calon presiden alternatif di media sosial
Nurhadi di kiosnya di  Pasar Brayung, Mejobo, Kabupaten Kudus.

Nurhadi merupakan tukang pijat refleksi yang mendiami salah satu kios di Pasar Brayung, Mejobo, Kabupaten Kudus.

Pria ini telah 15 tahun berprofesi sebagai tukang pijat.

Kisah Nurhadi sang tukang pijat sampai menjadi capres alternatif berpasangan dengan Aldo bermula saat dia membangun jaringan sesama warganet yang dinamakan “komunitas angka 10”.

Dari itu, dia sering mengunggah hal-hal ringan yang tidak terkandung unsur politik atau bahkan sara.

Tak jarang dia mengunggah status bernada motivasi.

Sampai akhirnya ada seorang pemuda bernama Edwin asal Yogyakarta menawari akan mengenalkan Nurhadi ke publik sebagai capres alternatif.

Dia pun menyetujuinya mengingat perdebatan pendukung kedua pasangan capres-cawapres sudah tidak lagi nyaman disimak perdebatannya di media sosial.

“Motivasi saat ditawari oleh seseorang bernama Edwin asal Yogyakarta ya saya terima saja. saat ini pendukung kedua kubu sudah saling serang. Kami kesal melihatnya. Akhirnya ada gagasan dari orang Yogyakarta, saya pun menyetujuinya,” kata Nurhadi di Pasar Brayung, Jumat (4/1/2019).

Lantas sebenarnya siapa Aldo cawapres fiktif yang mendampinginya?

Dia tidak tahu.

Kemudian seseorang yang telah membuatnya terkenal melalui slogan “Koalisi Tronjal-Tronjol Maha Asyik” sampai saat ini dia belum pernah ketemu.

“Dia katanya ngefans saya. Unggahan saya di media sosial katanya lucu dan memotivasi,” ujar lelaki beranak empat.

Meski sudah banyak dibicarakan oleh warganet, Nurhadi masih tetap bersahaja.

Dia setiap hari masih memijat siapa saja yang membutuhkan jasanya dengan upah seikhlasnya.

Sebagai penduduk Indonesia, dia tidak berharap lebih kepada siapa nanti yang bakal terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2019.

Yang pasti, dia yang terpilih harus bekerja ssebagai pelayan masyarakat secara sungguh-sungguh, jujur, amanah, adil, dan bijaksana.

“Tidak hanya presiden, tapi kita harus jadi yang terbaik, siapa pun presidennya,” tutur pria berkumis.

Sekelumit tentang koalisi yang dinamai Tronjal-Tronjol Maha Asyik, Nurhadi mengaku itu bukan asal-asalan.

Ada makna mendalam di baliknya. Begitu juga angka 10 yang menandai sebagai nomor urut pasangan Dildo.

Tronjal-Tronjol, katanya, lebih tepat disematkan bagi orang bodoh.

Bukannya akhir-akhir ini banyak ditemui warganet yang seenaknya sendiri tronjal-tronjol saat mengunggah status di akun media sosialnya?

Hal itu lebih tepatnya, lanjut Nurhadi, sebagai orang yang tengah bersanggama.

Hanya mencari mencari enak tanpa melibatkan pikiran.

“Kata itu sebenanya untuk orang bodoh. Tronjal-tronjol koyok sedang berhubungan badan. Itu kan yang dilakukan ereksi. Cari enaknya. Tidak bisa mengendalikan pikirannya. Itu seperti kondisi sekarang banyak. Banyak orang asal muni (ngomong) timbul berita hoaks di sana-sini. Kata itu untuk orang bodoh,” kata dia.

Sedangkan angka 10 diartikannya sebagai keikhlasan pada Tuhan.

Angka 10, merupakan angka yang terdiri dari dua angka, 1 dan 0.

Angka 1 diartikannya sebagai ketuhanan, sedangkan 0 merupakan keikhlasan.

“Dengan begitu kita harus cinta pada ketuhanan dan ikhlas dalam segala amalan,” jelasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved