Tawon Ndas Tewaskan 7 Orang di Klaten, Ini yang Harus Dilakukan Jika Temukan Sarang Tawon Vespa

Pada saat ini, warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sedang diresahkan oleh keberadaan tawon ndas yang telah menewaskan tujuh orang.

Tawon Ndas Tewaskan 7 Orang di Klaten, Ini yang Harus Dilakukan Jika Temukan Sarang Tawon Vespa
ISTIMEWA
Tawon Ndas atau Vespa Affinis atau Hornet 

Oleh karena itu, Hari berpendapat bahwa dalam pengendalian terpadu juga harus mencakup sanitasi lingkungan yang masih perlu dipikirkan.

“Lalu, pengendalian hayati untuk kontrol populasi juga harus dipikirkan melalui kegiatan riset,” tambah Hari.

Kepada masyarakat, Hari berpesan untuk lebih berhati-hati terhadap sarang tawon dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya, seperti menganggu sarang tawon atau memindahkan sarang meski tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.

“Intinya, dalam kondisi sekarang saat belum bisa dikontrol populasinya, masyarakat harus bisa ‘hidup berdamai’ dengan tawon,” tuturnya.

Lalu, masyarakat juga harus lebih perhatian terhadap lingkungannya.

Hari menyarankan untuk mengecek kondisi rumah seminggu sekali untuk mendeteksi keberadaan sarang tawon.

Bila sarang masih kecil dan populasinya belum banyak, sarang bisa dipindahkan sendiri tanpa menunggu damkar.

Secara medis, serangan tawon ini juga tidak boleh disepelekan.

Masyarakat yang terserang serangga harus segera meminta pertolong medis, sedangkan petugas kesehatan harus melakukan melakukan pengamatan yang serius terhadap pasien.

Hari mengatakan, menurut saya, ini bukan pekerjaan yang pendek. Perlu dua tahun atau lebih mungkin, sampai kita bisa mengendalikan populasinya.

“Hal ini perlu suatu dukungan yang besar dari pihak Pemda untuk menggerakan seluruh potensinya dalam melakukan koordinasi dengan cepat. Jadi tidak hanya damkar yang memusnahkan sarang, tetapi dinas kesehatan, lingkungan hidup, dan dinas pertanian juga harus bergerak,” tutupnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Tawon Ndas yang Tewaskan 7 Orang di Klaten", 

Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved