Breaking News:

Buaya Meri Asal Bitung Yang Terkam Deasy Tuwo, Pernah Memangsa Buaya Lain

Sungguh malang nasib Kepala Laboratorium CV Yosiki, pembibitan mutiara, Deasy Towo (44) di Minahasa, Sulawesi Utara.

Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Buaya 

TRIBUNJATENG.COM - Sungguh malang nasib Kepala Laboratorium CV Yosiki, pembibitan mutiara, Deasy Towo (44) di Minahasa, Sulawesi Utara.

Tubuhnya ditemukan tewas pada kolam buaya di perusahaan milik Mr Ochiai di Desa jaga VII, Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa (11/1/2019).

Melansir dari TribunManado.co.id, tak ada saksi saat peristiwa naas itu terjadi.

Diperkirakan Deasy diterkam saat sedang memberi makan buaya.

"Karena pada Rabu (9/1/2019), kami masih melihatnya masuk ke tempat itu (kolam buaya)," ujar mantan rekan kerja Deasy, Merry Supit.

Buaya pemangsa manusia (TribunManado)
Berikut ini rangkuman 6 fakta yang telah dihimpun Tribunnews.com dari TribunManado.co.id pada Sabtu (12/1/2019).

1. Buaya Pernah Ditolak Penangkaran

Salah satu mantan pekerja CV Yosiki, Merry Supit (36) menuturkan jika sejak dulu buaya ini diberi makan ayam, ika, cakalang dan tuna.

"Semuanya harus fresh, dia (buaya) tak mau makan bila sudah dibekukan atau sudah mati beberapa hari," ujar Merry.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu, buaya itu ingin diserahkan ke penangkaran.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved