FOKUS : Tarif Bagasi Pesawat PUBG

Seperti diketahui, rencananya sejumlah maskapai penerbangan bertarif rendah atau yang kerap disebut Low-cost carrier (LCC)

FOKUS : Tarif Bagasi Pesawat PUBG
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Suharno Wartawan Tribun Jateng 

Oleh Suharno

Wartawan Tribun Jateng

"Duh, kalau main ke Jawa gak bisa lagi bawa banyak baju-baju batik lagi untuk dijual di Sulawesi," tulis saudara saya di grup whatsapp keluarga. Saudara saya yang tinggal di Pomalaa, Kolaka Sulawesi Tenggara ini sedang kesal karena kebijakan tarif bagasi.

Seperti diketahui, rencananya sejumlah maskapai penerbangan bertarif rendah atau yang kerap disebut Low-cost carrier (LCC) bakal menerapkan tarif bagasi untuk penerbangan domestik, mulai tanggal 22 Januari 2019 ini. Dimulai dari Lion Air, kemudian Citilink dan tidak menutup kemungkinan sejumlah maskapai LCC lainnya.

Lalu, dari obrolan itu, kemudian sejumlah saudara yang lain ikut menimpali. Ada yang berempati, ada yang mencoba mencarikan solusi hingga bercanda gurau.

"Mungkin ini gara-gara semakin banyak pemain PUBG (PlayerUnknown's Battlegrounds). Jadi semakin banyak yang naik pesawat sebelum mendarat di Bootcamp," ujar seorang saudara lagi menimpali. Perlu diketahui PUBG merupakan satu di antara banyak game populer untuk semua generasi.

Game bergenre battle royal yang bisa dimainkan di smartphone maupun komputer ini dirilis sejak Desember 2017 oleh perusahaan game Korea Selatan PUBG Corporation. Para pemain bisa bermain secara solo atau tunggal, duo hingga skuad atau tim (maksimal empat orang dalam satu tim).

Sebelum bermain, para pemain bisa menentukan wilayah atau map berbentuk pulau yang akan digunakannya untuk berperang. Ada Erangel (wilayahnya daerah berumput), Miramar (padang pasir), Sanhok (wilayahnya menyerupai area pedesaan Asia Tenggara) hingga Vikendi (daerah bersalju). Map-map tersebut cukup luas dan memiliki sejumlah kota sehingga pemain bebas terjun di sebuah kota untuk membekali diri dengan persenjataan maupun alat medis.

Setelah memilih satu di antara maps tersebut, para pemain akan masuk ke dalam pesawat terbang. Pemain bebas menentukan tempat atau kota yang dituju. Saat berada di pesawat, para pemain ini hanya dibekali satu parasut untuk terjun ke bawah. Sesampainya di darat mereka akan berlomba cepat mengambil senjata untuk saling bertempur. Lalu siapa yang paling akhir bertahan hidup dia akan mendapat Chicken Dinner alias menjadi pemenang.

"Tapi di PUBG kan gak ada bagasinya, Mas," ujar saudara saya lagi di grup whatsapp. "Untung gak ada bagasi. Bayangin kalau ada bagasi bisa-bisa setiap player harus bayar biaya bagasi yang dibawanya di pesawat. Gamenya jadi gak laris," sahut sepupu yang lain.

Gak hanya di grup whatsapp keluarga saya saja yang ramai membicarakan tentang tarif bagasi untuk maskapai LCC. Di media sosial juga ramai membicarakan tentang tarif bagasi ini.

Lion air rencananya menerapkan tarif bagasi mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 960.000 tergantung berat dan jaraknya. Tentu ada pertimbangan dari pengampu kebijakan tentang keputusan itu bahkan pro kontra dari masyarakat.

Namun semoga saja kebijakan ini tidak mengancam pariwisata Indonesia yang bisa menyumbangkan devisa negara hingga belasan miliar dollar Amerika atau dunia usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Jangan sampai wisatawan domestik asli Indonesia yang sebenarnya ingin menjelajah ke bagian timur Indonesia akhirnya mengurungkan niatnya dan lebih memilih wisata ke negeri tetangga karena akomodasinya lebih murah.

Jika memang tarif bagasi untuk maskapai LCC diberlakukan maka perusahaan penerbangan juga harus berbenah. Jangan lagi ada delay selain karena faktor alam atau kondisi barang bawaan dalam bagasi yang tidak seperti semula karena para petugas memberlakukannya secara asal.

Bagi konsumen, tentu juga harus berpikir dua kali terkait barang bawaan yang akan dibawa saat hendak memakai jasa pesawat terbang. Jika memang harus membawa barang, maka dihitung dahulu, kocek yang harus dikeluarkan. (*)

Penulis: suharno
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved