Breaking News:

Sidang Penggelapan Rumah Sakit Islam Surakarta, Pelaku Jual Dump Truk Untuk Bayar THR Karyawan

Terdakwa penggalapan dump truk aset Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS), HM Djufrie membacakan sendiri pembelaannya pada sidang di PN Semarang

TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Terdakwa penggelapan dump truk milik Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS), HM Djufrie bacakan sendiri nota pembalaannya. Dia berada di kursi roda dan didampingi Penasehat Hukumnya. 

"Mobil itu banyak nganggurnya dariada untuk operasional. Sampah organik diambil dan diangkut oleh DPU Sukoharjo," ujar dia.

Tahun 2017 RSIS mengalami kesulitan dana. Tepatnya pada 20 September 2017 diadakan rapat jajaran direksi dan pejabat struktural RSIS membicarakan penyelesaian pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan.

"Saat itu diusulkan oleh peserta rapat untuk menjual barang-barang yang kurang produktif antara lain dump truk, Avansa, sepeda motor, kayu bekas bangunan," terangnya.

Mantan Direktur RSI Yarsis Surakarta Dilaporkan ke Polda Jateng

Pada pertemuan tersebut, menurut Djufri, peserta rapat menyetujui menjual dump truk. Pihaknya menunjuk M Wawan Setiabudi, dan Gatot Susanto untuk menjual dump truk.

"Saat itu dump truk laku terjual Rp 150 juta," tutur dia.

Namun, setelah barang terjual Djufrie malah dilaporkan ke Polda Jateng atas tuduhan penggelapan dum truk oleh anggota Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS).

Dirinya keberatan dan menolak pernyataan penyidik Polda Jateng yang mengarah kriminalisasi penjualan Dump truk aset RSIS yang merupakan harta benda wakaf.

"Saudara penyidik Polda Jateng yang melakukan penyidikan terhadap terlapor telah membuat pernyataan yang kemudian menjadi dalil dan dasar bahwa penjualan dump truk harus atau malah wajib dihukum," papar dia.

Pernyataan selanjutnya adalah sejal awal tahun 2013 HM Djufrie tidak menjabat sebagai pengurus Yarsis.

Dia juga dianggap tidak mempunyai jabatan jajaran direksi RSIS, namun tetap menguasai dan mengelola RSIS.

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved