Lewat Praktik Ini, Dua Pria Asal Suruh Semarang Ubah Rp 1.000 Menjadi Rp 60.000

Joko Ariyanto alias Gendhon (33) dan Ivan Santoso alias Panjul (35), warga Desa Suruh, Kecamatan Suruh, emarang diamankan Polres Semarang

Lewat Praktik Ini, Dua Pria Asal Suruh Semarang Ubah Rp 1.000 Menjadi Rp 60.000
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Joko Ariyanto alias Gendhon (33) dan Ivan Santoso alias Panjul (35), keduanya menjalankan bisnis toto gelap kuda lari di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang saat Gelar Perkara di Mapolres Semarang pada Selasa (15/1/2019) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Joko Ariyanto alias Gendhon (33) dan Ivan Santoso alias Panjul (35), warga Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang diamankan oleh Polres Semarang gara-gara dapat mengubah Rp 1.000 menjadi Rp 60.000 melalui praktik judi toto gelap (togel) kuda lari.

Dalam sehari keduanya bisa meraup omzet Rp 500 ribu.

Bisnis tersebut dijalankan di pemancingan milik Joko Ariyanto yang juga terletak di Desa Suruh.

Keduanya mengaku bekerja sebagai pegawai swasta dan wiraswasta, dan bisnis ini hanya sebagai usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan.

"Setor pukul 21.00, buka tiap pukul 23.00," ujar Joko di hadapan awak media saat gelar perkara di Mapolres Semarang pada Selasa (15/1/2019) pagi.

Tak ada minimal pembelian maupun maksimal pembelian.

Pembeli yang memasang Rp 1.000, bisa mendapatkan Rp 60 ribu bila nomor mereka tembus.

Pembeli yang berniat memasang taruhannya dapat menghubungi lewat SMS.

Baik Joko atau Ivan tak dapat merinci bagaimana pembeli dapat mengetahui nomor ponsel mereka.

Mereka hanya mengatakan calon pembeli akan bertanya pada orang lain yang sebelumnya sudah membeli togel padanya.

Meski demikian, keduanya mengaku mengawali bisnis togel ini karena juga pemain judi.

Sementara itu, Ipda Eko Eko Setiabudi selaku KBO Reskrim Polres Semarang menyatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari masyarakat dan dillakukan tindakan pada Rabu (2/1/2019) sekitar pukul 22.00 di pemancingan milik Joko Ariyanto.

"Modus operandi yang dilakukan kedua pelaku ialah pemasang memberi tahu kepada Gendhon dengan cara SMS ke nomor telepon milik Panjul. Selanjutnya pembeli memasang angka togel yang akan pembeli pasang. Setelah itu pembeli mencatat nomor togel di ponsel pembeli dan mengirimkannya ke ponsel milik Panjul," urai

Keduanya diancam Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan hukuman paling lama sepuluh tahun penjara.
(*)


Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved