Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Minimnya Ruang Kreatif di Tegal, Wisnu Dirikan Kafe Spasi

Kafe yang dibuka resmi pada Rabu (9/1/2019) lalu itu memang dimaksudkan untuk mengakomodir orang-orang kreatif di Tegal.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Pengunjung menyaksikan beragam foto yang dipajang dalam rangkaian pembukaan Kafe Spasi di Jalan Sawo Barat Nomor 46 Kota Tegal, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Bingung cari tempat kongkow yang nyaman untuk bersantai?

Bagi kamu warga Kota Tegal tak perlu bingung lagi.

Bahkan tak sekadar bersantai, kamu juga bisa menonton film yang menjadi paket komplit di kafe ini.

Namanya adalah Kafe Spasi, Jalan Sawo Barat Nomor 46 Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal.

Berdasarkan informasi, awalnya kafe di kompleks kupat blengong itu sekadar ruang kerja si pemilik.

Tetapi kemudian diperluas fungsinya, yakni sebagai tempat kumpulnya bagi para pegiat kreatif maupun komunitas yang ada di Kota Tegal.

Tetapi kini sudah bisa untuk umum, siapapun, masyarakat Tegal dan sekitarnya bisa datang ke kafe tersebut.

Bahkan pula, kafe yang dimiliki Wicaksono Wisnu Legowo (sutradara film Turah) itu sudah merencanakan pameran foto selama sebulan ke depan. 

Kepada Tribunjateng.com, Selasa (15/1/2019), Wisnu berkata, kafe itu diperuntukkan sebagai creative space masyarakat Kota Tegal.

"Kami memilih membuka ruang kreatif di Tegal karena sesungguhnya orang Tegal itu kreatif-kreatif. Hanya, dari dulu hingga sekarang teman-teman suka mengeluh karena tidak ada tempat untuk berkumpul," jelas Wisnu.

Dia kembali mempertegas, kafe yang dibuka resmi pada Rabu (9/1/2019) lalu itu memang dimaksudkan untuk mengakomodir orang-orang kreatif di Tegal.

Berkait pameran foto yang saat ini sedang digelar itu, kata Wisnu, Spasi melibatkan 104 orang dari berbagai latar belakang seperti pengolah ikan asin, petugas kebersihan pasar, penjaga palang pintu, driver ojek daring, hingga musisi. 

"Ada beberapa ruang yang bisa difungsikan. Untuk nonton film, pameran, perpustakaan, dan kelas-kelas workshop," terangnya.

Kemudian untuk sajian di kafe, menu yang dihadirkan seperti wedang alas, teh tubruk, nasi ponggol, hingga nasi kucing berisi kering tempe.

“Yang lebih penting lagi, harapannya di Spasi Creative Space ini para kreator dapat bertemu, menyapa, dan semoga bisa memantik kegelisahan hingga menciptakan kolaborasi yang lebih mengejutkan," tegas Wisnu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved