Tawon Vespa Renggut Nyawa 7 Orang di Klaten, Dinas Kesehatan Semarang Imbau Warga Hati-hati

Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, ada 7 warga Klaten meninggal tersengat tawon jenis Vespa Affinis atau kerap disebut tawon ndas

Tawon Vespa Renggut Nyawa 7 Orang di Klaten, Dinas Kesehatan Semarang Imbau Warga Hati-hati
Maluco1968/Wikipedia
Vespa affinis 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, ada 7 warga Klaten meninggal tersengat tawon jenis Vespa Affinis atau kerap disebut tawon ndas.

Lalu apakah fenomena serupa terdapat di Semarang?

Kepada Tribun Jateng, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Widoyono menyebut hingga saat ini belum ada laporan warga meninggal disengat tawon ndas.

Meski begitu ia mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada.

"Sepanjang 2018 sampai saat ini, belum ada laporan masuk," ujarnya, Selasa (15/1/2019).

Meski terkesan sepele, menurutnya sengatan tawon ndas mematikan. Racun yang disemprotkan dalam jumlah tertentu dapat merusak ginjal dan saraf.

"Sebenarnya kalau disengat satu tawon tak begitu mematikan. Hanya saja kalau disengat banyak tawon, misal mau menghancurkan sarangnya tapi tak berhati-hati dan tersengat banyak tawon, itu mematikan," ujarnya.

Tawon Vespa Affinis atau Hornet.
Tawon Vespa Affinis atau Hornet. (KOMPAS)

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tak gegabah apabila di dekat rumahnya ada sarang tawon ndas atau Vespa Affinis.

Sementara baru-baru ini populasi tawon Vespa Affinis di Klaten terus berkembang. Satpol PP pun mengundang LIPI dan Kemenkes sosialisasikan penanganan tawon tersebut kepada masyarakat Klaten, Senin (14/1/2019) kemarin.

Kepala Satpol PP Klaten, H Sugeng Haryanto mengatakan pada tahun 2018 ini ada 207 laporan keberadaan tawon Vespa Affinis.

"Jadi perlu dibentuk tim penanggulangan tawon Vespa Affinis. Sehingga dengan dibentuk tim penanggulangan tawon vespa affinis, maka tim dapat mempelajari penyebab tawon berkembang cepat, dan habitatnya juga bisa pindah cepat dari pedesaan ke kota," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved