Awal Tahun, Terjadi 111 Kasus Demam Berdarah Dangue di Kabupaten Sragen. Dua Orang Tewas

Di Kabupaten Sragen, tercatat ada 111 kasus demam berdarah dangue (DBD) dengan dua korban meninggal dunia selama 1 hingga 14 Januari 2019 ini.

Awal Tahun, Terjadi 111 Kasus Demam Berdarah Dangue di Kabupaten Sragen. Dua Orang Tewas
tribunjateng/dok
ILUSTRASI Fogging mencegah demam berdarah dangue. 

Pihaknya sudah meminta tim bergerak cepat untuk melakukan pendataan.

"Hari ini saya minta untuk didata seluruh Jateng dan dilaporkan ke kami secepatnya, nanti segera dapat diambil tindakan agar tidak banyak korban jatuh," tegasnya.

Terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah, Ganjar menerangkan jika keputusan itu sementara belum diambil.

"Nanti biar Dinas yang menghitung semuanya, apakah pada titik tertentu kita menetapkan KLB. Jika nanti syaratnya memenuhi, maka kami tidak akan ragu menetapkan situasi apapun," pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus Demam Berdarah Dengue melanda Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2019, telah ditemukan 111 kasus DBD dengan dua kasus meninggal dunia.

Hasti : Fogging Tidak Efektif Memberantas Penyebaran Demam Berdarah

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Sragen.

Dia mengatakan, ratusan kasus DBD tersebut ditemukan di 19 kecamatan.

Kesembilan belas kecamatan itu antara lain Kalijambe 5 kasus, Plupuh 1 kasus, Masaran 3 kasus, Kedawung 2 kasus, Gondang 1 kasus, Sambungmacan 3 kasus, Ngrampal 1 kasus, Sragen 2 kasus.

"Kemudian, Karangmalang 2 kasus, Sidoharjo 6 kasus, Tanon 6 kasus, Gemolong 11 kasus, Miri 10 kasus, Sumberlawang 15 kasus, Mondokan 21 kasus, Sukodono 3 kasus, Gesi 2 kasus, Tangen 11 kasus, dan Jenar 6 kasus," pungkasnya. (*)

Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved