‎Di Bawah Guyuran Hujan, Bawaslu Temanggung Copoti Baliho Caleg Tak Sesuai Aturan

Dalam surat itu, sambung dia, juga diimbau agar mereka segera mencopot‎ baliho-baliho yang berada di zona larangan tersebut

‎Di Bawah Guyuran Hujan, Bawaslu Temanggung Copoti Baliho Caleg Tak Sesuai Aturan
Tribunjateng.com/Yayan Isro Roziki
Petugas Satpol PP Temanggung, di bawah koordinasi Bawaslu setempat, mencopoti APK berupa baliho yang dipasang di zona larangan‎, Rabu (16/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎ Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung melolosi alat peraga kampanye (APK), berupa baliho, milik calon legislatif (caleg) yang tak sesuai aturan, Rabu (16/1). Dalam kegiatan ini, Bawaslu menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU),‎ Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, dan pihak terkait lainnya.

"Pagi ini kita menertibkan APK berupa baliho berbayar, kebetulan itu ada di zona yang tidak diizinkan," kata ‎Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung, Erwin Nurrachmani P, di sela-sela kegiatan.

Ia menyampaikan, ‎sebelumnya Bawaslu telah melayangkan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan, bahwa pemasangan APK tersebut melanggar ketentuan.

Dalam surat itu, sambung dia, juga diimbau agar mereka segera mencopot‎ baliho-baliho yang berada di zona larangan tersebut.

"‎Dulu sudah disurati sekali, kemarin juga kembali disurati agar mereka melepas sendiri, tapi karena tak juga kunjung dilepas kami berkoordinasi dengan KPU, Satpol PP, dan juga bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), karena kita butuh alat khusus untuk melepas baliho-baliho itu," ujarnya.

Di bawah terpaan bulir-bulir hujan, petugas Satpol PP melepasi baliho-baliho dengan menggunakan truk tangga milik DPU setempat‎. Titik pertama yang dituju adalah baliho yang berada di pertigaan Kranggan, lalu di pertigaan Kelurahan Temanggung I, kemudian di Kecamatan Parakan dan Ngadirejo.

"Total ada enam baliho yang berada di empat titik yang kita copoti," ucapnya.

Ada sanksi bagi caleg atau partai yang melanggar pemasangan baliho? Menurut Erwin, sanksi yang diberikan adalah administrasi, berupa peringatan tertulis yang telah dilayangkan serta pelepasan baliho.

Ia menegaskan, pelanggaran yang dilakukan adalah pemasangan di zona larangan, bukan karena pemasang baliho tidak membayar retribusi atau tak mengantongi izin dari pihak terkait‎.

"Iya, ini sudah berbayar. Hanya, memang titik-titik yang dipasangi itu merupakan zona yang tak boleh dipasangi APK berupa apapun," tegasnya.

Menurut dia lebih lanjut, yang mengurus pemasangan mayoritas adalah vendor yang mayoritas bukan dari Temanggung. Sehingga, kemungkinan mereka tak memahami aturan soal zona larangan pemasangan APK.

"Karena itu, ke depan kita berkoordinasi dengan dinas terkait agar tak ada lagi pemasangan APK di zona larangan," tutur Erwin.‎ (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved