Nasib Lapangan Desa Berstandar FIFA, Dahulu Memukau di Medsos Kini Rumputnya Menguning dan Rusak

Lapangan Sakti Lodaya di Tasikmalaya yang sudah mengantongi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan ramai di medsos kini rumputnya mati

Nasib Lapangan Desa Berstandar FIFA, Dahulu Memukau di Medsos Kini Rumputnya Menguning dan Rusak
istimewa/ Tribun Jabar
Lapangan Lodaya Sakti di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Oktober 2018 lalu 

TRIBUNJATENG.COM - Lapangan Sakti Lodaya di Tasikmalaya yang sudah mengantongi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan sempat viral di media sosial kini justru mengalami nasib yang miris.

Saat viral di media sosial (medsos), lapangan Sakti Lodaya itu memang tampak seperti lapangan stadion-stadion berstandar internasional.

Lapangan Lodaya Sakti di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Oktober 2018 lalu
Lapangan Lodaya Sakti di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Oktober 2018 lalu (istimewa/ Tribun Jabar)

Bila dilihat dari udara, permukaan lapangan bahkan memunculkan gradasi warna khas papan catur yang kerap terlihat di lapangan stadion-stadion Eropa, hal yang bahkan jarang ditemukan di stadion-stadion klub Liga 1.

Viralnya lapangan yang diketahui berlokasi di Desa Cisayong, sekitar 15 kilometer dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, itu pula yang menarik perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk datang.

Namun, indahnya Lapangan Sakti Lodaya seperti yang tampak di medsos tak terlihat pada Selasa (15/1/2019).

Alih-alih memunculkan gradasi warna, permukaan lapangan Sakti Lodaya bahkan terlihat sudah banyak yang menguning, bahkan ada yang gundul di beberapa titik.

Tak cuma itu, puntung rokok dan sampah-sampah kecil juga cukup banyak ditemukan di atas permukaan lapangan.

Kondisi rumput lapangan Sakti Lodaya di Desa Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019).
Kondisi rumput lapangan Sakti Lodaya di Desa Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). (KOMPAS.COM/ALSADAD RUDI)

Lapangan Sakti Lodaya dulunya merupakan lapangan desa biasa. Namun, perangkat desa setempat melapisinya dengan rumput zoysia matrella (ZM).

Kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin, mengatakan, biaya pemasangan rumput mencapai sekitar Rp 1,4 miliar dan memakan waktu sekitar delapan bulan.

Sumber dana berasal dari dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved