Breaking News:

Pabrik Coklat di Batang Bakal Diresmikan Menteri Perindustrian

Meski sudah beroperasi kurang lebih satu bulan, namun Pabrik Coklat di Kabupaten Batang belum diresmikan

Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Sekretaris Daerah (Sekda) Nasikhin 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Meski sudah beroperasi kurang lebih satu bulan, namun Pabrik Coklat di Kabupaten Batang belum diresmikan.

Pabrik yang berada di Desa Wonokerso, Kecamatan Tulis ini sebelumnya diwacanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Desember lalu, namun gagal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Nasikhin mengatakan pada akhir bulan Januari mendatang pabrik pengolahan coklat satu-satunya di Batang ini bakal segera diresmikan, dan yang meresmikan yaitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.

"Sesuai hasil rapat, Insyaa Allah Pabrik Pengolahan Kakao di Desa Wonokerso Kecamatan Tulis akan diresmikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto," tutur Sekda Nasikhin saat ditemui di Kantornya, Rabu (16/1/2019).

Selain Kemenperin, menurutnya peresmian pabrik tersebut rencananya akan dihadiri juga oleh Menristekdikti Muhammad Nasir karena sebagai industri yang mengembangkan pembelajaran atau Teaching Factory oleh Rektor UGM Panut Mulyono dan juga Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian.

"Pabrik coklat di Batang akan menggairahkan lagi bagi petani Kakao, karena selama ini produknya tidak berjalan dengan maksimal, sehingga adanya pabrik menjadi semangat menanam kakao kembali," ujarnya.

Dijelaskan Nasikhin, pabrik tersebut mengolah berbagai produk olahan coklat yang tentunya akan ada pengembangkan UMKM dan ke depannya bisa menjadi destinasi wisata kampung coklat, hal ini juga untuk mendukung program Bupati Wihaji dan Suyono dengan One Vilage One Produk (OVOP).

"Pemkab Batang melalui program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) meriintis destinasi wisata kampung coklat dengan berbagai produk olahan coklat, ini untuk mendukung Visit Batang 2022," tuturnya.

Untuk mendukung SDM, Pemkab telah memberikan pelatihak kepada masyarakat sekitar Pabrik yanh berjumlah 30 orang.

Mereka diajarkan bagaimana cara membudidayakan tanaman Coklat agar memiliki kemampuan dan samangat untuk mengembangkan wirausaha di bidang olahan kakao menjadi produk turunan yang lebih variatif dan sesuai selera kaum melineal.

"Petani kakao akan diberdayakan kembali agar lebih semangat memelihara kebun kakao yang sudah ada dan didorong untuk mengembangkan kebun kakao dengan peremajaan tanaman dan perluasan lahan, sehingga produksi biji kakao akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri coklat melalui Badan Usaha Milik Rakyat ( BUR)," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved