Banjir Belum Surut di Desa Madurejo Puring Kebumen, Lima Dusun Terdampak

Di Kecamatan Puring, banjir masih menggenangi sebagian wilayah di tiga desa terdampak paling parah, meliputi Desa Madurejo, Sidobunder, dan Sidodadi.

Banjir Belum Surut di Desa Madurejo Puring Kebumen, Lima Dusun Terdampak
khoirul muzaki
Pemandangan banjir di pekarangan dan dalam kantor desa Madurejo Puring 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN -- Hujan telah reda, namun banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen. Di Kecamatan Puring, banjir masih menggenangi sebagian wilayah di tiga desa terdampak paling parah, meliputi Desa Madurejo, Sidobunder, dan Sidodadi.

Di Desa Madurejo, air masih tampak menggenang di lima wilayah perdukuhan dengan dampak paling parah, yakni Dusun Bulusari, Dadu, Segaramadu, Seroja dan Kepodang. Wajah kampung telah berubah.

Jalan akses, pekarangan hingga rumah-rumah penduduk tergenang. Banjir yang tak kunjung hengkang membuat aktivitas di desa itu lengang.

Sejumlah warga beraut duka terlihat masih bertahan di rumah meski tempat tinggal mereka terendam air.

"Belum surut, sekarang debir air malah nambah terus ini,"kata Sekretaris Desa Madurejo Sudirman, Kamis (17/1)

Ketinggian genangan di pekarangan antara 50 cm hingga 1 meter. Selain menerjang pemukiman, banjir juga merendam areal persawahan. Tinggi genangan di lahan pertanian ini bahkan lebih parah, sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Menurut Sudirman, banjir kali ini adalah yang terparah dalam lima tahun terakhir, sejak tahun 2013 silam. Curah hujan tinggi dinilainya jadi pemicu utama bencana.

Selain itu, jebolnya beberapa titik tanggul di sungai Banda memperparah bencana hingga air luapan cepat masuk ke pemukiman.

"Karena curah hujan tinggi. Dan beberapa tanggul jebol, air terus masuk ke pemukiman,"katanya

Beberapa dukuh di Desa Madurejo terendam. Sebanyak 540 an Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Sebagian di antara mereka mengungsi di rumah penduduk di dukuh lain yang lebih aman. Belum ada posko pengungsian khusus yang didirikan untuk menampung para pengungsi.

Pemandangan banjir di pekarangan dan dalam kantor desa Madurejo Puring
Pemandangan banjir di pekarangan dan dalam kantor desa Madurejo Puring (khoirul muzaki)

Selain merendam tempat tinggal dan persawahan, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum. Kantor balai desa Madurejo pun tergenang hingga air masuk ke ruangan kantor. Berbagai berkas dan perlengkapan kantor atau elektronika dipindah ke tempat lebih tinggi untuk menghindari genangan.

Aktivitas sekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Madurasa pun terpaksa diliburkan karena akses menuju tempat pendidikan itu tergenang.

Evakuasi warga dan barang-barang dilakukan sejak semalam dengan bantuan perahu dari desa tetangga.

"Warga sebagian mengungsi ke tempat saudara. Hewan ternak sudah diangkut,"katanya

Selain Kecamatan Puring, banjir juga menggenangi desa-desa di kecamatan tetangga, Kecamatan Adimulyo, meliputi Desa Sugihwaras, Joho dan Tepakyang. Banjir di desa-desa dua kecamatan itu dipicu luapan sungai sama, sungai Banda yang beberapa titik tanggulnya dilaporkan jebol. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved