Bupati Haryanto Tanggapi Kekhawatiran Pedagang Jika Direlokasi: Kami Gratiskan 3 Bulan

Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) hadiri Sosialisasi Penataan PKL yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, di Pendopo Kantor Bupati Pati.

Bupati Haryanto Tanggapi Kekhawatiran Pedagang Jika Direlokasi: Kami Gratiskan 3 Bulan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Ketua Paguyuban PKL Jalan Panglima Sudirman Pati, Hendro Supriyanto menyampaikan kekhawatirannya terkait rencana relokasi PKL, Rabu (16/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mazka Hauzan Naufal

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) hadiri Sosialisasi Penataan PKL yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, di Pendopo Kantor Bupati Pati, Rabu (16/1/2019).

Itu digelar lantaran rencana relokasi PKL di zona merah, yakni area Alun-Alun Kota Pati, Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, dan Jalan Kembangjoyo.

Mengacu pada Perda Kabupaten Pati Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, mereka yang berada di zona merah akan direlokasi ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani Pati.

Saat ini, di lokasi tersebut telah berdiri tenda-tenda yang dapat menampung 414 PKL.

Blak-blakan, Ketua Paguyuban PKL Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Pati Hendro Supriyanto menyampaikan kekhawatirannya.

"Saya yakin, kekhawatiran teman-teman PKL sama seperti saya, yakni mengenai apakah dagangan kami akan tetap laku jika dipindah ke lokasi baru," ujarnya.

Hendro menambahkan, itu muncul karena dia menilai lokasi baru yang disiapkan Pemkab Pati kurang strategis.

"Padahal, banyak di antara kami yang mengambil kredit perbankan. Kalau sampai tidak bisa mengangsur, pasti kami akan diblacklist," tuturnya.

Hendro berharap Pemkab Pati dapat terus mengawal PKL sampai tingkat penjualan PKL kembali seperti sebelum direlokasi.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved