Semarang Daerah Tertinggi Penderita HIV/AIDS di Jateng, DKK Semarang Pastikan Obat Bagi ODHA Cukup

Dinas Kesehatan Kota Semarang pastikan obat arv bagi orang dengan HIV AIDS (ODHA) cukup.

Semarang Daerah Tertinggi Penderita HIV/AIDS di Jateng, DKK Semarang Pastikan Obat Bagi ODHA Cukup
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Anak-anak SD di Kota Semarang mengikuti Kampanye Kilau Generasi Bebas HIV dan AIDS di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang pastikan obat arv bagi orang dengan HIV AIDS (ODHA) cukup. Stok dari pemerintah terkait obat tersebut bagi ODHA di Semarang tidak mengalami kekurangan.

Hal itu diungkapkan Kepala DKK Semarang, Widoyono, kepada Tribun Jateng, Kamis (17/1/2019).

"Untuk stok arv cukup," singkatnya.

Meski tak menyebutkan rinciannya, menurutnya obat tersebut disediakan langsung oleh pemerintah. Stok dari pemerintah ke daerah-daerah, menurut Widoyono dilakukan setiap 3 bulan sekali.

"Kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan tentu saja pemerintah pusat bahwa untuk obat arv ini cukup, tak ada kekurangan," ungkap dia.

Sementara, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Tatik Murhayati menjelaskan sepanjang 2018 ini Semarang menduduki peringkat tertinggi ODHA di Jawa Tengah.

"Penderita ODHA di Semarang paling banyak di Jateng. Ada 5 ribuan ODHA," ujarnya. Sedangkan kasus HIV AIDS yang dicatat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2018 ini mencapai mencapai 22.054 kasus. Meski begitu menurut Tatik, pencatatan ini baru mencapai 42 persen dari kasus HIV AIDS di Jateng.

Untuk Kota Semarang, ia memperkirakan ODHA mencapai 13 ribu.

Ia menilai masih banyak penderita HIV AIDS di Jateng termasuk Semarang terdeteksi, karena sejumlah faktor. Di antaranya penderita cenderung tak ingin mendatakan dirinya sendiri.

"Ada stigma negatif masyarakat yang membuat ODHA tak mau mendata diri," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved