Di Kantor Polisi, Pelaku Mengaku Diminta Mengantarkan Paket Sabu Atas Perintah Teman Facebooknya

Kepolisian Sektor (Polsek) Serengan menangkap enam pengguna dan kurir narkoba, Sabtu (12/1/2019) lalu.

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kepolisian Sektor (Polsek) Serengan melakukan gelar perkara enam pengguna dan kurir narkoba, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kepolisian Sektor (Polsek) Serengan menangkap enam pengguna dan kurir narkoba, Sabtu (12/1/2019) lalu.

Narkoba yang mereka konsumsi jenis shabu.

Dua dari enam orang pengguna itu masih remaja atau bawah umur.

Mereka adalah TRF (16), KA (15), Sugeng Samiaji alias Gogon (27), Agus Marjiyanto (22), Dicky Aldianto Saputro alias Pendek (19) dan Hardian Wibowo (22).

Mereka tertangkap secara terpisah, berdasar hasil pengembangan kasus.

TFR dan KA ditangkap aparat Polsek Serengan di halaman Hotel Amarelo, Jalan Gatot Subroto, Kota Surakarta.

Tunggal Putra Indonesia Tak Bersisa di Malaysia Masters 2019, Usai Ginting Takluk dari Wakil China

"Saya hanya disuruh untuk mengantar shabu. Karena ada upah yang lumayan. Tidak dikasih tahu upahnya berapa, belum sempat terima udah ketangkap pak polisi," ujar KA, saat gelar perkara di Mapolsek Serengan, Jumat (18/1/2019).

Siswa kelas 1 SMK itu menyesal, lantaran menuruti permintaan untuk kirim shabu dari seseorang yang baru dikenal melalui Facebook.

"Saya pertama ini kirim begituan. Saya tidak ikut pakai barangnya," imbuh ya.

Berdasar barang bukti, TFR dan KA membawa satu paket kecil shabu dan uang tunai Rp 70 ribu.

Penangkapan itu dikembangkan kepolisian. Hasilnya, Sugeng Samiaji, Agus Marjiyanto, Dicky Aldianto dan Hardian Wibowo pun tertangkap di tiga lokasi berbeda.

Senada dengan KA, Hardian Wibowo pun turut menyesal.

Pengendara ojek online (ojol) itu mengaku konsumsi shabu agar tidak mudah ngantuk.

Pemkot Solo Tegaskan Mozaik di Jalan Depan Balai Kota Adalah Delapan Arah Mata Angin, Bukan Salib

"Saya beli Rp 600 ribu. Biar betah melek. Itu uang hasil ngojek," ungkap warga Kampung Begalon RT 3 RW 3, Laweyan, Kota Surakarta itu.

Kapolsek Serengan, Kompol Giyono menuturkan para pelaku terancam pidana dengan penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun.

Mereka juga terancam denda Rp 800 juta-8 miliar.

"Kami masih memburu rekan-rekan mereka," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved