33 Terapis Panti Pijat Diamankan Polisi dari Enam Lokasi Diduga untuk Prostitusi

Polisi menggerebek enam lokasi prostitusi berkedok panti pijat di Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

33 Terapis Panti Pijat Diamankan Polisi dari Enam Lokasi Diduga untuk Prostitusi
surya/mohammad romadoni
Para pterduga pelaku prositusi berkedok panti pijat di Kediri menjalani pemeriksaan di ruangan Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Sabtu (19/1/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, KEDIRI - Polisi menggerebek enam lokasi prostitusi berkedok panti pijat di Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Sejumlah 33 terapis (terapis adalah pemijat di sebuah panti pijat) yang diduga kuat menjajakan layanan seks diamanakan.

Enam lokasi panti pijat yang digerebek yakni di S-Manggo Massage mengamankan 10 orang yaitu enam terapis, satu kasir dan tiga orang pelanggan atau tamu.

D-Glamor mengaman enam orang meliputi lima terapis dan satu pemilik.

MX Massage di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri diamankan enam terapis dan satu orang tamu.

Happy Family Massage diamankan 9 orang yaitu enam terapis, satu pemilik dan orang tamu.

Cattaleya Spa di Jalan Mauni Kota Kediri diamankan 9 orang terdiri dari lima terapis, tiga tamu dan satu karyawan.

Iin Massage Jalan Brigadir Jenderal Polisi Imam Bachri Kota Kediri diamankan lima orang terapis dan dua orang tamu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menjelaskan pihaknya menangkap 48 orang terdiri dari pekerja terapis, pemilik dan tamu yang diduga melakukan transaksi prostitusi terselubung.

“Ini merupakan laporan dari masyarakat bahwa Polda Jatim akan menegakkan hukum yang berkaitan dengan prostitusi,” ungkapnya di Mapolda Jatim, Sabtu (19/1/2019).

Barung Mangera mengatakan, praktik layanan seks melalui jasa pijat ini merupakan prostitusi di dunia nyata bukan via online.

“Kami fokus pada mucikarinya, yang bersangkutan masih diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved