Airnav Indonesia Akan Implementasikan Instrument Landing System Bandara Ahmad Yani Semarang

Berbagai upaya yang dilakukan Airnav Indonesia untuk meningkatkan pelayanan penyelenggaraan navigasi penerbangan.

Airnav Indonesia Akan Implementasikan Instrument Landing System Bandara Ahmad Yani Semarang
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Petugas air traffic control (ATC) Airnav Semarang pandu pesawat Kepresidenan saat akan lepas landas di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Kondisi steril setelah dikeluarkan Notice To Airman dari Airnav. 

Pihaknya mendapatkan pendelegasian Australia dan Timor Leste.

"Dari data kami take off landing terdapat 6 ribu , dan Over flying ada 10 ribu pergerakan pesawat per hari," ujar dia.

Novie mengatakan anggota gang ditugaskan tidak hanya dari airnav saja.

Pihaknya juga menggandeng TNI untuk perkuatan personel.

"Kami juga minta lisensi untuk personel dari TNI agar bisa mengontrol pesawat," imbuhnya.

KPU Tidak Akan Memberi Kisi-kisi Debat Pilpres 2019, Supaya Tidak Seperti Drama TV

Ke depan, pihaknya akan bekerjasama dengan TNI AU untuk melibatkan personelnya agar bisa ditempatkan di seluruh Indonesia.

Personel TNI diharapkan bisa mendapatkan lisensi internasional agar bisa melayani penerbangan.

"Disamping itu daerah-daerah yang terdapat bandara kecil akan dilakukan otomasi artinya melibatkan sensor-sensor otomatis yang dikontrol datanya dari satu central tertentu," ujar dia.

Airnav, tutur dia, juga membutuhkan simulator. Pihaknya berharap Simulator dapat direalisasikan si tahun 2019.

"Contoh kami akan bangun Simulator yang cukup representatif di Jakarta untuk melayani penerbangan," kata dia.

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved