Beberapa Aktivis Mahasiswa Adakan Diskusi Ilmiah Untuk Melanjutkan Perjuangan John Dijkstra

John Dijkstra seorang rohaniawan yang sudah memberdayakan kaum buruh, tani, dan nelayan hingga tahun 1970-an melalui John Dijkstra Institute (JDI).

Penulis: faisal affan | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/FAISAL AFFAN
Petrus Puji Sarwono sedang memaparkan prinsip-prinsip pembedayaan yang sudah pernah ia lakukan dihadapan para aktivis mahasiswa di John Dijkstra Institute, Sabtu (19/1/2019) Sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memperjuangkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah menjadi tanggung jawab semua pihak.

Tak terkecuali John Dijkstra seorang rohaniawan yang sudah memberdayakan kaum buruh, tani, dan nelayan hingga tahun 1970-an melalui John Dijkstra Institute (JDI) yang berada di Jalan Taman Srigunting 10, Kota Lama Semarang.

Untuk mewujudkan visi misi yang sudah dibuatnya, maka beberapa tokoh seperti Fa Sugiarta dan Petrus Puji Sarwono ingin kembali melanjutkan perjuangan John Dijkstra.

Di awal tahun ini, mereka mengajak para aktivis mahasiswa untuk menyatukan pemikiran demi mewujudkan cita-cita yang diinginkan John Dijkstra melalui diskusi yang dilakukan Sabtu (19/1/2019) sore.

Berikut Tarif Jalan Tol Semarang-Batang Untuk Golongan I Hingga Golongan V

Menurut ketua panitia, Armi, diskusi ini bertujuan untuk memunculkan gagasan yang bisa membentuk langkah kongkrit dalam mengentaskan kemiskinan.

"Hal ini bukan hanya tugas pemerintah saja. Tetapi harus dari masyarakat pula supaya pendekatannya bisa berjalan maksimal," tururnya di sela-sela diskusi.

Hampir seluruh perwakilan mahasiswa di setiap universitas hadir dalam diskusi ini. Seperti Unika, Undip, Unissula, dan lainnya. Armi ingin JDI menjadi pioner untuk melakukan gerakan-gerakan sosial ekonomi di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

"Kami sudah membentuk beberapa komunitas di beberapa daerah yang bertugas untuk membedayakan masyarakat sekitar. Sekitar Pati, Kendal, Salatiga, Boyolali, Solo, dan kota lainnya" jelasnya.

Viral Media Sosial, Seorang Kakek Terlantar di Jalan Pantura Kota Tegal, Petugas Langsung Evakuasi

Pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam diskusi ini, nantinya akan didokumentasikan dan diperdalam melalui serangkaian program kegiatan yang dilakukan setiap bulan.

Bisa berupa diskusi, bedah buku, atau studi lapangan.

"Mulai tahun ini kami akan lebih sering menciptakan sebuah kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat melalui pendekatan yang pernah dilakukan John Dijkstra," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved