Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

243 Pengajar dari Kota Pekalongan dan Batang Ikuti Pelatihan Penulisan, Ini Tujuannya

Sukseskan gerakan literasi Satu Buku Guru Nasional (SABUGUNAS), Dinas Pendidikan Kota Pekalongan gelar pelatihan penulisan.

Penulis: budi susanto | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Ratusan pengajar dari Kota Pekalongan dan Batang ikuti pelatihan penulisan di ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sukseskan gerakan literasi Satu Buku Guru Nasional (SABUGUNAS), Dinas Pendidikan Kota Pekalongan gelar pelatihan penulisan di Ruang Amarta Setda setempat, Senin (21/1/2019).

Acara tersebut dihadiri 243 peserta baik dari kepala sekolah, pengawas, dan para pengajar dari Kota Pekalongan maupun Batang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan selaku ketua penyelenggara, Soeroso, menjelaskan menulis merupakan tuntutan profesi seorang pendidik.

"Dalam pelatihan para pendidik diarahkan untuk menulis hal sederhana, seperti karya tulis hingga buku populer dengan harapan meningkatkan kompetensi literasi para pengajar," jelasnya.

Wali Kota Goes To School Jadi Andalan Pemkot Pekalongan Untuk Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Ia menambahkan, kegiatan tersebut digelar selama 2 hari hingga 22 Januari mendatang, serta akan dilakukan secara online selama satu bulan.

“Pada akhir kegiatan, panitia akan menentukan tiga buku terbaik yang akan diberikan penghargaan, selanjutnya tiga buku tersebut akan dibedah dan diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional Mei mendatang," paparnya.

Adapun Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz menuturkan peningkatan kompetensi para pengajar menjadi tanggung jawab bersama.

PKK Kabupaten Pekalongan Ubah Wajah Kecamatan Siwalan Jadi Kawasan Tanpa BAB di Sungai

"Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab semua pihak karena pendidikan akan menciptakan generasi terpelajar,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan guru dituntut dapat menulis, minimal menulis kegiatan keseharian. Dan melalui gerakan literasi diharapkan memperkuat budi pekerti siswa.

“Selain mendukung gerakan literasi, mudah-mudahan melaui acara ini dapat menumbuhkan minat baca dan menulis para pengajar,” tambah Saelany. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved