80 Desa Tangguh Bencana Jawa Tengah Dibentuk, Ini Tugasnya Menurut Sarwa Pramana

Di Jawa Tengah sudah ada sekitar 80 desa yang dibina untuk sebagai Desa Tanggung Bencana.

80 Desa Tangguh Bencana Jawa Tengah Dibentuk, Ini Tugasnya Menurut Sarwa Pramana
TRIBUN JATENG/FAISAL M AFFAN
Sarwa Pramana (baju cokelat) saat menjadi narasumber dalam seminar keperawatan di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Senin (21/1/2019) siang. Dia menjelaskan tentang pentingnya perawat dalam sebuah kebencanaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peran serta perawat dalam hal kebencanaan perlu ditingkatkan karena menjadi garda terdepan.

Dan menurut Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana, perawat bisa mengambil posisi di mana saja.

Bisa menjadi penyuluh kesehatan pra bencana hingga menjadi petugas trauma healing pasca bencana.

"Tenaga kesehatan seperti perawat sangat diperlukan saat terjadinya bencana. Bahkan diharapkan pra bencana juga turut memberikan sosialisasi terkait penyakit yang muncul saat bencana," tuturnya saat menjadi narasumber Seminar Keperawatan di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Senin (21/1/2019) siang.

Sarwa menyampaikan, sejak 2014 pihaknya telah membentuk program Desa Tangguh Bencana.

Di Jawa Tengah sudah ada sekitar 80 desa yang dibina untuk sebagai Desa Tangguh Bencana.

"Di dalam desa tangguh bencana ada petugas-petugas yang diambil dari puskesmas terdekat. Tugas mereka memberikan sosialisasi tentang potensi penyakit yang bisa timbul pasca bencana," bebernya.

Saat ini, Sarwa masih menggodok regulasi mengenai pelatihan kebencanaan yang akan diterapkan di setiap sekolah tingkat SMA/SMK.

Sebab, ia ingin urusan kebencanaan tak hanya dipasrahkan kepada BPBD, melainkan juga menjadi peran semua pihak.

"Jika sosialisasi dan pelatihan ini sudah masuk ke masyarakat, diharapkan risiko atau dampak bencana yang sewaktu-waktu datang bisa diminimalisir," imbuhnya.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr Achmad Yurianto, yang juga menjadi narasumber seminar, menjelaskan jumlah terbesar dari pelaksana fungsi layanan kesehatan yakni perawat.

"Perawat menjadi komponen yang sangat strategis dalam layanan kesehatan. Mereka bisa menjadi pioner dalam menekan angka kematian pasca bencana," pungkasnya. (*)

Penulis: faisal affan
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved