Bupati Asip Kholbihi: Agribisnis Pekalongan Sudah Bisa Kuasai Pasar
Agribisnis di Kecamatan Lebakbarang, Kandangserang, Kajen, dan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, terus bergeliat.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Agribisnis di Kecamatan Lebakbarang, Kandangserang, Kajen, dan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, terus bergeliat.
Di keempat kecamatan itu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, tanaman agribisnis seperti kopi menjadi pengungkit perekonomian masyarakat wilayah atas Kota Santri.
Juwarto (41) petani kopi asal Desa Brengkolang Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan menuturkan, tanaman kopi yang sudah dirawat turun-temurun menjadi penghasilan tambahan baginya.
"Karena ketinggian desa kami di atas 600 Mdpl, jenis kopi robusta tumbuh subur, selain kopi lokal warga mulai mengembangkan kopi Temanggung," jelasnya, Senin (21/1/2019).
Pihaknya menambahkan, kopi di desanya ditanam di hutan milik pemerintah.
Namun, warga bertanggungjawab untuk memelihara kelestarian hutan.
"Walaupun kopi hanya bisa dipanen saat musim tertentu, tapi hasil penjualannya lebih dari cukup dan bisa menjadi tambahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” ungkapnya.
Terpisah, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan, di daerah atas Kota Santri merupakan pusat tanaman agribisnis.
“Kopi menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di daerah atas, jika dikembangkan lagi kami yakin akan mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat,” imbuhnya.
Oleh karena itu pihaknya akan melakukan inventarisasi untuk memberikan bantuan berupa bibit kopi kepada masyarakat.
“Kami perkirakan 5 tahun mendatang, hasil agribisnis di Kabupaten Pekalongan akan menguasai pasaran dengan catatan, jika alam terus dijaga,” tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-cek-kopi.jpg)