Kendalikan DBD, Dinas Kesehatan Batang Ajak Masyarakat Batang Aktif Lakukan PSN

Setiap awal tahun khususnya pada musim penghujan biasanya banyak terjadi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), termasuk di Kabupaten Batang.

Kendalikan DBD, Dinas Kesehatan Batang Ajak Masyarakat Batang Aktif Lakukan PSN
NET
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Setiap awal tahun khususnya pada musim penghujan biasanya banyak terjadi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bahkan setiap tahunnya, kasus DBD di Kabupaten Batang cenderung meningkat.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, pada tahun 2017 tercatat ada 90 laporan dengan 52 kasus positif DBD dan 3 orang meninggal.

Sedangkan pada tahun 2018 terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan, tercatat ada 154 laporan dengan 82 kasus positif DBD dan 2 orang meninggal.

Sementara, di awal tahun 2019 pada bulan Januari ini saja sudah tercatat 20 laporan dengan 14 kasus positif DBD.

Baru 14 Hari, Sudah Ada 109 Kasus Demam Berdarah, Wabup Sragen: Bersih Lingkungan Harus Dirutinkan

Kepala Dinkes Batang, dr. Hidayah Basbeth melalui Kasi P2PM (Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular), Farikhun Asror mengatakan untuk menekan kasus DBD, peran serta masyarakat sangat diperlukan.

"Untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah," tuturnya saat ditemui di Kantor Dinkes, Senin (21/1/2019).

Farikhun mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisalisasi mengenai gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) kepada masyarakat karena program tersebut dirasa sangat efektif dalam mencegah adanya DBD.

"Daripada fogging lebih baik sama-sama melakukan PSN yang dimulai dari lingkungan sendiri, program PSN dengan cara 3M Plus perlu dilakukan secara berkelanjutan khususnya pada musim penghujan seperti ini," jelasnya.

Menurutnya, selama ini masyarakat Batang masih pasif dalam melakukan PSN dan masih bergantung pada Kader Kesehatan Desa.

"Kami juga terus sosialisasikan gerakan satu rumah satu jumantik dengan tujuan mengajak semua warga untuk menjaga lingkungannya sendiri, dan menjadi Kader di rumah masing-masing," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved