Harapan Kepala SD Kemijen 03 Pasca Banjir Lumpur; Pemkot Semarang Bisa Berikan Solusi

Banjir disertai lumpur akibat luapan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) pada Senin (21/1/2019) malam, genangi SD Negeri Kemijen 03 Kota Semarang.

Harapan Kepala SD Kemijen 03 Pasca Banjir Lumpur; Pemkot Semarang Bisa Berikan Solusi
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Siswa SD Negeri Kemijen 03 Semarang melewati batu bata di atas air lumpur yang menggenangi halaman sekolah, menuju ruang kelasnya, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Saiful Ma'sum

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banjir disertai lumpur akibat luapan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) pada Senin (21/1/2019) malam, masih terlihat menggenangi beberapa ruas jalan dan pemukiman penduduk di Kemijen Kota Semarang, Selasa (22/1/2019).

Tak hanya pemukiman warga, akibat luapan sungai itu, lingkungan di SD Negeri Kemijen 03 Semarang pun terdampak.

Kepala SD Negeri Kemijen 03 Siti Choiriyah berkata, wilayah Kemijen memang menjadi langganan banjir di musim penghujan.

Termasuk juga air banjir akan menggenangi halaman sekolah, bahkan tak jarang nyaris masuk ke dalam ruang kelas.

"Tetapi baru kali ini banjir lumpur. Air lumpur mulai masuk ke halaman sekolah sekitar pukul 20.00, Senin (21/1/2019). Lokasi bangunan sekolah ini memang rendah sehingga mudah air tergenang ketika hujan deras," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (22/1/2019).

Terhadap kondisi sekolah tersebut, Choiriyah berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dapat mencarikan solusi untuk kenyamanan serta kenyamanan proses belajar siswa ke depannya.

"Meski sejauh ini masih di halaman, tetap menganggu aktivitas siswa di sekolah," jelasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya merencanakan hendak meninggikan halaman sekolah sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir genangan air masuk di saat musim penghujan.

Sementara itu, guna membersihkan air lumpur yang menggenangi halaman sekolah tersebut, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang tiba di lokasi, Selasa (22/1/2019) pukul 07.00.

Menggunakan 3 unit mobil tangki air, petugas menyemprotkan air lumpur.

Adapun para siswa tetap masuk seperti biasanya.

Agar pakaian serta sepatu terhindar dari lumpur, pihak sekolah memasang batu bata di sepanjang halaman, jalur menuju ruang kelas. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved