Program Kesehatan DKK Semarang Turunkan Angka Kematian Ibu Hamil

Dari data yang dipegang, Widoyono menjelaskan pada 2016 ada 35 kasus kematian ibu hamil di Semarang

Program Kesehatan DKK Semarang Turunkan Angka Kematian Ibu Hamil
huffingtonpost.com
Ilustrasi ibu hamil. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus kematian ibu hamil di Semarang terus mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan komitmen tinggi dari Pemkot Semarang terkait hal tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Widoyono, Selasa (22/1/2019).

"Alhamdulillah setiap tahun mulai 2016, angka kematian ibu hamil terus mengalami penurunan," paparnya.

Dari data yang dipegang, Widoyono menjelaskan pada 2016 ada 35 kasus kematian ibu hamil di Semarang. Sementara di 2017, ada 23 kasus kematian ibu hamil.

Sedangkan sepanjang tahun lalu, ada 19 kasus kematian ibu hamil di Semarang. Dari 19 kasus tersebut, ada satu kasus kematian ibu hamil karena terkena HIV.

Widoyono mengklaim hal tersebut karena komitmen tinggi dari Pemkot Semarang.

"Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi punya komitmen tinggi terkait hal tersebut. Ia menambah anggaran nyaris Rp 4 miliar agar kesehatan ibu hamil meningkat," ujarnya.

Dana tersebut, paparnya, digunakan untuk menyewa tenaga bidang yang khusus memantau ibu hamil di Semarang. Mereka ditugaskan di tiap kelurahan yang ada di Semarang.

"Bahkan tiap tenaga ini bertugas memantau 1 orang hamil," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved