Anggap Tak Bisa Dandan saat Diajak Kondangan, Badur Pukuli Istri Pakai Helm dan Kunci

Menganggap sang istri tak bisa dandan saat diajak ke acara hajatan seorang pria bernama Badur (31) warga Kecamatan Kedungwuni aniaya istrinya sendiri

Anggap Tak Bisa Dandan saat Diajak Kondangan, Badur Pukuli Istri Pakai Helm dan Kunci
Istimewa
Badur ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Kedungwuni, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Menganggap sang istri tak bisa dandan saat diajak ke acara hajatan seorang pria bernama Badur (31) warga Kecamatan Kedungwuni aniaya istri sendiri.

Akibat kekerasan yang dilakukan Badur, sang istri yang diketahui bernama Melinda Abriani (23) mendapat luka di wajah dan lutut.

Kepada petugas Melinda menuturkan, usai mendatangi acara hajatan di Kecamatan Kedungwuni pada Sabtu (19/1), ia bersama Badur pulang menuju kos yang terletak di Desa Podo Kecamatan Kedungwuni.

Cerita Melinda Sampai Diancam Suami akan Dibunuh Gara-gara Dinilai Tak Bisa Dandan, Ini Kronologinya

Baru 5 Hari Nikah Alika Setia Puri Tewas Dibunuh Suami karena Alasan Sepele, Ini Kronologinya

Kisah Dika Pemburu Kelabang di Sragen: Di Mana Ada Kelabang Di Situ Ada Ular Hijau (2/Habis)

Pramugari Ini Alami Trauma Fisik dan Mental karena Dipaksa Ceboki Pria di Dalam Pesawat

“Dalam perjalanan saya dimarahi, alasannya dandanan saya membuatnya malu. Dan suami saya menusuk nusuk lutut saya menggunakan kunci berulang kali,” jelasnya, Rabu (23/1/2019).

Barang bukti yang digunakan Badur untuk menganiaya sang istri.
Barang bukti yang digunakan Badur untuk menganiaya sang istri. (Istimewa)

Sesampainya di kos Melinda mengatakan, suaminya menghantamkan helm ke wajahnya hingga darah mengalir dari hidungnya.

Barang bukti yang digunakan Badur untuk menganiaya sang istri.
Barang bukti yang digunakan Badur untuk menganiaya sang istri. (Istimewa)

“Saya juga ditendang di bagian kening. Karena ketakutan saya pergi kerumah tetangga untuk menginap dan saya ceritakan kajadian yang menimpa saya,” paparnya.

Pihaknya menceritakan, Minggu (22/1) sang suami mendatangi rumah tetangganya untuk menjemput Melinda.

“Awalnya saya menolak untuk dijemput, namun saya diancam akan dibunuh apabila tidak menurut untuk pulang ke kos. karena takut saya menurutinya,” ujarnya.

Karena tak tahan atas perlakuan sang suami Melinda melaporkan tindak kekerasan ke Polsek Kedungwuni.

Halaman
1234
Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved