Duh, Jembatan Antardusun Desa Plumutan Sudah Makin Ambles, Pemkab Semarang Kok Belum Respon

Jembatan penghubung antardusun Desa Plumutan Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, terancam roboh.

Duh, Jembatan Antardusun Desa Plumutan Sudah Makin Ambles, Pemkab Semarang Kok Belum Respon
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kondisi Jembatan Sido Makmur yang nyaris roboh di Desa Plumutan Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, Rabu (23/01/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Jembatan penghubung antardusun Desa Plumutan Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, terancam roboh.

Pemicunya, diduga karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir ini menyebabkan debit air sungai meningkat, menggerus pilar penyangga jembatan penghubung Dusun Jatisari, Randusari, dan Welangsari sedalam sekitar 1 meter.

Camat Bancak Petrus Triyono mengatakan, jika jembatan sudah terlihat miring serta terdapat patahan di bagian tengah tersebut tak kunjung diperbaiki dikhawatirkan bisa membayakan warga yang melintasinya.

"Bila pondasi jembatan sudah tidak kuat menahan laju air dan patah, warga yang tinggal di 3 dusun tersebut terancam terisolir," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (23/01/2019).

Menurut Triyono, selama ini Jembatan Sido Makmur itu menjadi jalur utama penghubung ketiga dusun.

Itu adalah akses ekonomi, pertanian, maupun mengantar anak sekolah di ketiga dusun.

Apabila harus memutar, jarak tempuh akan lebih lama.

Triyono menjelaskan, kali pertama diketahui dan telah dilaporkan kepada Bupati Semarang dr Mundjirin pada 14 Januari 2019.

"Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang pun sudah, tetapi hingga sekarang belum ditanggapi dan ditangani. Kini amblesnya sudah mencapai 1 meter," terangnya.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved