Di Wonotunggal Kabupaten Batang Juga Ada Kirab Kebo Bule, Begini Prosesi dan Asal Muasalnya

Warga di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menggelar Kirab Kebo Bule dan Gunungan Hasil Bumi, Kamis (24/1/2019) Sore.

Di Wonotunggal Kabupaten Batang Juga Ada Kirab Kebo Bule, Begini Prosesi dan Asal Muasalnya
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kirab kebo bule dan gunungan hasil bumi yang digelar warga Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal,┬áKabupaten Batang,┬áKamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Warga di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menggelar Kirab Kebo Bule dan Gunungan Hasil Bumi, Kamis (24/1/2019) Sore.

Meski diguyur hujan lebat tidak mengurangi antusias warga dalam melestarikan ritual budaya kirab Kebo Bule, iringan sholawat nabi juga mewarnai jalannya kirab mengelilingi desa.

Tak hanya orang dewasa, tampak anak-anak kompak mengenakan baju adat semangat mengikuti iring-iringan di tengah guyuran hujan.

Selain untuk melestarikan budaya, kirab tersebut juga sebagai bentuk syukur warga atas Hasil bumi yang melimpah dan tidak adanya wabah penyakit atau pagebluk selama tujuh tahun.

Wakil Bupati Batang Suyono Sidak Puskesmas Limpung Minta Tingkatkan Pelayanan

Camat Wonotunggal, Himawan mengatakan kirab ini merupakan siklus yang diadakan setiap tahun, dengan puncak acara pada tahun ke tujuh yang menyembelih kebo bule.

"Kirab ini bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur warga atas hasil panen sekaligus sekaligus  terhindar dari pagebluk dan dijauhkan dari penyakit," tuturnya.

Menurutnya, untuk siklus tahunan kirab biasanya warga hanya menyembelih seekor kambing kendit, kambing putih yang mempunyai bulu hitam melingkar di perut.

Namun pada tahun ke tujuh disyaratkan untuk menyembelih Kebo Bule sebagai sesaji yang nantinya akan dilarung di Gunung Rogo Kusumo.

"Ini merupakan ritual budaya rutin tahunan, namun kali ini berbeda kalau setiap tahun hanya kambing yang disembelih, karena setiap tujuh tahun sekali menyembelih Kebo Bule setelah diarak keliling desa yang selanjutnya dilarung di Gunung Rogo Kusumo,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Wahyu Budisantoso mengatakan Pemkab selalu mendukung segala bentuk kegiatan seni dan budaya  asli masyarakat Batang.

Turis Asal Belanda Kagum Saksikan Nyadran Gunung Silurah Batang, Begini Ceritanya

Karena menurutnya seni dan budaya tidak bisa dilepaskan dari wisata. 

"Makanya dari rangkaian kegiatan ini kita terus memberikan pembinaan dan pendampingan dari bedah budaya, bedah situs yang nantinya akan menjadi daya tarik wisata," tuturnya.

Untuk membesarkan nama Batang di Pariwisata, pihaknya juga akan semua acara bersama dengan semua komunitas.

“Tradisi ini menjadi sebuah kebanggaan dan aset yang kita punya, untuk itu  kita juga akan menggali potensi tradisi yang ada di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved