Stikes Telogorejo

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Terlaksananya gerakan masyarakat hidup sehat agar sesuai indikator dapat kita evaluasi disetiap keluarga dengan cara pendekatan keluarga.

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Pendekatan Keluarga
ilustrasi
Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan pendekatan keluarga 

Asti Nuraeni/ Community Health Nursing

Dosen STIKES Telogorejo Semarang

GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat guna meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik, makan sayur dan buah, cek kesehatan secara rutin, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, membersihkan lingkungan tempat tinggal dan menggunakan jamban.

Germas dilakukan oleh setiap individu dalam keluarga di lingkungan masyarakat dengan cara melakukan praktek pola hidup sehari-hari. Dalam program ini, pemerintah berperan sebagai penyedia layanan/ sarana dan prasarana kesehatan sekaligus menggerakkan institusi dan organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

Terlaksananya gerakan masyarakat hidup sehat agar sesuai indikator dapat kita evaluasi di setiap keluarga dengan cara pendekatan keluarga. Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya. Keluarga sebagai fokus dalam pendekatan pelaksanaan program Indonesia Sehat karena menurut Friedman (1998), terdapat lima fungsi keluarga.

Pertama, fungsi afektif (The Affective Function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.

Kedua adalah fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosialnya. Sosialisasi dimulai sejak lahir. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan dan meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

Ketiga adalah fungsi reproduksi (The Reproduction Function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga. Keempat adalah fungsi ekonomi (The Economic Function) yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Terakhir, fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The Health Care Function) untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.

Sedangkan tugas-tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan adalah mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarganya, mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat, memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan untuk kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarganya, mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan fasilitas kesehatan.

Pendekatan keluarga salah satu kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan kader germas untuk menilai apakah setiap keluarga dalam 1 bulan terakhir melakukan aktifitas fisik, makan buah dan sayur serta cek kesehatan berkala. Kunjungan rumah yang dilakukan digunakan dalam memonitoring terlaksananya Germas selama 1 bulan.

Peran serta anggota masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada juga merupakan kunci keberhasilan program ini sehingga pemberdayaan masyarakat diperlukan. Salah satu yang sudah dilakukan oleh STIKES Telogorejo adalah memberikan pelatihan kepada kader Germas dalam monitoring dan evaluasi kegiatan Germas.

Langkah yang dilakukan pertama kali adalah kegiatan sosialisasi yang kemudian kegiatan berikutnya adalah pelatihan kader germas. Hasil akhir pelatihan kader melakukan kunjungan rumah dengan melakukan monitoring evaluasi kegiatan germas yang sudah dilakukan keluarga selama 1 bulan terakhir.

Hasil yang dilakukan kader germas ini dapat menumbuhkan gerakan hidup sehat sehingga tujuan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Akhirnya pendekatan keluarga salah satu upaya yang efektif dalam membiaakn masyarakat untuk hidup sehat. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved