Bawaslu Kota Semarang Temukan 2 Anak Bawah Umur Masuk Daftar Pemilih, Ini Upaya KPU

Bawaslu Kota Semarang merekomendasikan 706 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) kepada KPU Kota Semarang.

Bawaslu Kota Semarang Temukan 2 Anak Bawah Umur Masuk Daftar Pemilih, Ini Upaya KPU
Istimewa
Tim Bawaslu Kota Semarang menyosialisasikan tentang Pemilu 2019 kepada para pedagang dan pengunjung di Pasar Jatingaleh Kota Semarang, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang merekomendasikan 706 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Semarang Nining Susanti menuturkan, rekomendasi itu dikarenakan 431 pemilih meninggal dunia, 217 pindah domisili, 42 ganda, 14 bukan penduduk setempat, dan 2 di bawah umur.

Rekomendasi tersebut berdasarkan pengawasan dan pencermatan jajaran Bawaslu di 16 kecamatan pasca penetapan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetep Hasil Perbaikan (DPTHP) Desember 2018.

"Semua rekomendasi disertai by name by addres," jelas Nining, Jumat (25/1/2019).

Lanjut Nining, Bawaslu meminta KPU untuk melakukan kroscek data yang dimaksud.

Selain itu, Bawaslu juga meminta untuk mengendalikan distribusi undangan memilih (C6) pemilih TMS ini agar berhenti di tingkat panitia pemungutan suara (PPS).

Selain pemilih TMS, Bawaslu Kota Semarang juga merekomendasikan 37 pemilih potensi daftar pemilih khusus (DPK) atau pengguna e-KTP di tempat pemungutan suara (TPS) dan 25 pemilih invalid kartu keluarga (KK) serta tanggal lahir untuk diperbaiki.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan, pihaknya segera mencermati dan menindaklanjuti jika temuan tersebut sesuai data lapangan.

"KPU Kota Semarang sebenarnya telah mendata pemilih yang berstatus meninggal dunia dan telah memprosesnya menjadi TMS," terang Nanda, sapaan akrab Ketua KPU Kota Semarang.

Dikatakannya, KPU Kota Semarang akan terus melakukan pemeliharaan daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan pada DPTHP2 pada 13 Desember 2018 lalu hingga hari H pemungutan.

"PPS akan mencoret pemilih TMS dari DPT. Pemilih TMS meliputi meninggal dan pindah domisili.
Pemilih tersebut saat hari H tidak akan mendapatkan C6," paparnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved