Intensitas Hujan Tinggi dan Saluran Air Tak Lancar, Sejumlah Desa di Kudus Terendam Banjir

Hujan deras yang turun selama dua hari mengakibatkan puluhan rumah di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati terendam banjir.

Intensitas Hujan Tinggi dan Saluran Air Tak Lancar, Sejumlah Desa di Kudus Terendam Banjir
Istimewa
Hujan deras yang turun sejak Kamis (24/1/2019) kemarin hingga Jumat (25/1/2019) mengakibatkan puluhan rumah di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati terendam banjir. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Hujan deras yang turun sejak Kamis (24/1/2019) kemarin hingga Jumat (25/1/2019) mengakibatkan puluhan rumah di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terendam banjir.

Ketinggian air yang menggenangi pemukiman rata-rata 30 sentimeter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Bergas Catursari Penanggungan mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Tanjungkarang karena saluran air di permukiman tidak lancar, kemudian tidak mampu menampung air hujan.

Akhirnya, air menggenangi permukiman warga.

"Banjir yang terjadi di Tanjungkarang karena saluran tidak lancar," kata Bergas Kepada Tribun Jateng.

Hindari Mobil Yang Rem Mendadak, Truk Bermuatan Cat Terguling di Jalan Pantura Demak-Kudus

Selain Tanjungkarang, kata Bergas, banjir juga terjadi di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu; Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobi; Desa Dersalam, Kecamatan Bae; dan Desa Bulung, Kecamatan Jekulo.

"Umumnya banjir yang terjadi karena kapasitas saluran air di kawasan permukiman tidak mampu mumpuni dan tidak lancar. Termasuk sungai yang banyak sampahnya," jelasnya.

Banjir, lanjut Bergas, bersifat sementara. Banjir diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.

Banjir akan surut ketika intensitas hujan mulai menurun.

Terkait Tabloid Indonesia Barokah, Polres Temanggung: Belum Ada Landasan Hukum Tepat Untuk Menyita

Di Desa Tanjungkarang misalnya, banjir terjadi di RW 3. Sedikitnya 15 rumah terendam banjir.

Akibatnya, warga harus nengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang tidak terkena banjir.

Ketua RW 3 Desa Tanjuungkarang, Suyoto mengatakan, di wilayahnya ada beberapa RT yang terendam banjir. Yaitu RT 1,2, dan 4.

"Banjir karena air hujan harusnya masuk gorong-gorong, tapi karena terlalu, sempit akhirnya menggenangi permukiman," katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved