Pasca Kebakaran Pasar Jatingaleh Semarang, Kepala Disdag: Semua Pasar Tradisional Bakal Disidak

Kerugian akibat kebakaran 5 kios di Pasar Jatingaleh Kota Semarang diperkirakan mencapai Rp 637 juta.

Pasca Kebakaran Pasar Jatingaleh Semarang, Kepala Disdag: Semua Pasar Tradisional Bakal Disidak
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Beberapa pedagang melihat kondisi kios miliknya di Pasar Jatingaleh yang terbakar Kamis (24/1/2019) petang tadi. 

Penyebab kebakaran kerap ditimbulkan akibat arus pendek listrik.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar masalah listrik jangan dianggap hal sepele.

Fajar menegaskan, pihaknya akan segera lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke semua pasar tradisional guna mencari para pedagang yang menggunakan listrik tidak sesuai aturan.

Jika dalam sidak pihaknya menemukan penggunaan listrik tidak sesuai, akan langsung diputus.

"Kami mengindikasi mereka tidak menggunakan listrik sesuai kapasistasnya. Kami perlu menyadarkan mereka agar mau menggunakan listrik yang sesuai. Kalau dibiarkan seperti itu, sangat beresiko," ujarnya.

Adapun indikasi tersebut, kata Fajar, berasal dari banyaknya laporan yang mengatakan jika selama ini pihak pasar kurang tegas dalam menertibkan pedagang yang menggunakan listrik tidak sesuai aturan.

"Jangan selalu dinas yang turun. Mereka yang diberi tugas menertibkan pasar termasuk dalam penggunaan listrik juga harus mampu menertibkan para pedagang itu," tandasnya.

Dia mengungkapkan, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 637 juta.

Rincian kerugian bangunan los berukuran 3 x 2 meter persegi sebanyak 5 unit senilai Rp 185 juta dan kerugian materiil berupa barang dagangan senilai Rp 452 juta.

Kerugian tersebut akan diusulkan rencana tindak tanggap darurat menggunakan anggaran tidak terduga Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang dikelola BPBD Kota Semarang.

Atau pula menggunakan sumber dana kondisional Disdag Kota Semarang. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved