Berkacalah Laki-laki

Hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi aksi penganiayaan seorang terhadap istrinya di Pekalongan pada Rabu (23/1) lalu

Berkacalah Laki-laki
VTO 

Berkacalah Laki-laki

Arief Novianto

"Kuwi wong lanang kelakuane bosok. Kok koyo wis iso nyukupi kabeh kebutuhan bojone wae. Ojo-ojo rego wedak karo lipstik wae ora ngerti. Marai gemes (itu laki-laki perilakunya busuk. Seperti sudah bisa mencukupi semua kebutuhan istrinya saja. Jangan-jangan harga bedak sama lipstik saja tidak tahu. Bikin gemas-Red)," kata seorang tetangga saya dalam obrolan ngalor-ngidul di pos ronda kampung saya, malam kemarin.

Hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi aksi penganiayaan seorang terhadap istrinya di Pekalongan pada Rabu (23/1) lalu. Karena dinilai tidak bisa dandan, sang suami memukul istrinya dengan helm, kemudian menendang keningnya, bahkan mengancam akan membunuh.

Yah, berita itu sempat menyita perhatian warganet dalam beberapa hari terakhir, karena kelakuan sang suami yang dinilai arogan dan tidak tahu diri. Berbagai komentar pedas juga dilontarkan netizen menanggapi aksi pelaku.

Seperti diberitakan, Badrun (31), warga Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan menganiaya istrinya, Melinda Abriani (23), karena dinilai tak bisa dandan saat diajak ke acara hajatan. Akibat kekerasan yang dilakukan Badur, sang istri mendapat luka di wajah dan lutut.

“Dalam perjalanan saya dimarahi, alasannya dandanan saya membuatnya malu. Suami saya menusuk-nusuk lutut saya menggunakan kunci berulang kali. Sampai di kos, wajah saya dihantam helm hingga hidung saya berdarah. Saya juga ditendang di bagian kening," tutur Melinda.

Sang istri sempat kabur ke rumah tetangganya. Akibat hal itu, Badrun bahkan mengancam akan membunuh Melinda jika tidak bersedia pulang bersamanya ke kos mereka huni.

Meski demikian, saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Pekalongan, Jumat (25/1), Badrun mengaku masih sayang terhadap istrinya. "Saya jengkel karena ia tak pernah cantik di depan saya, berbeda kalau ia pergi dengan temannya,” jelasnya.

Yah, wajar saja warganet begitu murka. Kata istri saya, sejatinya semua wanita itu suka dandan dan ingin selalu tampil cantik. Masalahnya adalah, ada atau tidaknya perlengkapan make up yang dibutuhkan, dan bagaimana kulitasnya. Tak hanya itu, untuk tampil cantik wanita membutuhkan banyak perawatan.

Misalnya saja rambut. Untuk bisa memiliki rambut sesuai dengan tren masa kini atau tergerai indah, wanita butuh ke salon untuk perawatan rambut. Belum lagi jika rambutnya sudah beruban, maka juga akan butuh semir.

Selain itu, jika bulu matanya sedikit atau pendek, wanita membutuhkan perawatan eyelash atau tanam bulu mata, atau minimal butuh bulu mata palsu. Untuk mendukung penampilan, wanita juga butuh perawatan kulit wajah, kulit tubuh, bahkan kuku.

Nah, biaya perlengkapan make up dan sejumlah perawatan itu tentunya tidak sedikit. Sebut saja lipstik dengan kualitas baik dijual dengan seharga Rp 125 ribu, rebounding di salon butuh Rp 200 ribu, eyelash butuh Rp 600 ribu, dan lain sebagainya yang saya sendiri tidak hapal satu per satu.

Terlepas dari berbagai kebutuhan itu, bagi saya, seorang suami sejatinya adalah pelindung bagi istrinya. Mengutip satu kata bijak: Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang dekat ke hati untuk dicintai, dekat ke tangan untuk dilindungi, bukan dari tulang kaki supaya tidak dihinakan atau diinjak.

Jika pun seorang suami telah mampu mencukupi semua kebutuhan istrinya, bukan berarti ia bisa berlaku seenaknya, bahkan sampai melakukan kekerasan. Lihatlah banyak hal yang telah dilakukan istri di rumah yang bahkan melampaui kemampuan seorang suami. Maka, berkacalah. (*)

Penulis: Vito
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved