Dinas Pusdataru Jateng Temukan Penyebab Rusaknya Tanggul Beton Kalibodri Kendal
PSDA Bodrikuto Pusdataru Jateng menemukan penyebab rusaknya tanggul beton Kalibodri di Desa Lanji Patebon, Kendal yang mengakibatkan longsor.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bodrikuto Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah menemukan penyebab rusaknya tanggul beton Kalibodri di Desa Lanji Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jumat (18/1/2019) lalu.
Akibat rusaknya tanggul beton Kalibodri ini menyebabkan longsor di sekitar area tanggul tersebut.
Kepala PSDA Bodrikuto, Indah Sulistyowati mengatakan selain dikarenakan derasnya arus air di Kalibodri, ternyata pada kaki luar tanggul beton tersebut terdapat tempat berkumpulnya air sehingga terbentuk sumber air yang deras.
"Hal itu menyebabkan tanggul beton patah dan tanah pada tanggul tersebut mengalami longsor," ujarnya, Sabtu (26/1/2019).
• Antisipasi Longsor Susulan, Tepian Sungai Kalibodri Kendal Dipasang Terucuk
Menurutnya tanggul beton yang baru saja selesai dibangun itu sudah sesuai spesifikasi dan cara membangunkannya sesuai dengan standar operasional.
Saat ini, pun tangguk tersebut masih dalam masa perawatan.
"Karena ini kondisi darurat agar maka penanganannya dengan membuat terucuk bambu yang kemudian dia isi dengan karung berisi pasir," terangnya.
Ia menyebutkan ketika kondisi cuaca sudah memungkinkan untuk perbaikan, maka perbaikan tanggul akan segera dilakukan.
"Namun sebelumnya akan dilakukan terlebih dahulu uji tanah karena adanya temuan tersebut (kumpulan air)," lanjut Indah.
Sebelumnya BPBD Kabupaten Kendal, Pusdataru Jateng dan pada warga Desa Lanji bergotong royong membuat terucuk pada tanggul yanh mengalami longsor.
• Pria Asal Gunung Kidul Ini Tewas Tersetrum saat Pasang Kabel Fiber Optik di Sragen
• Dua Orang di Pontianak Tewas Lantaran Tersetrum Benang Layangan yang Tersangkut di Kabel Listrik
Hal itu mencegah agar air tidak menjebol tanggul dan menggenangi pemukiman warga.
Pelaksana Harian Kepala BPBD kabupaten Kendal Wiwit Andariyono meminta para warga untuk mengawasi terus ketinggian air pada Kalibodri. Terlebih saat hujan deras tiba.
"Meski saat ini belum ada instruksi untuk mengungsi. namun kami berharap warga rutin mengecek kondisi air sungai terlebih saat hujan deras tiba," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kalibodri-kendal.jpg)