Otak Pembunuhan Inah Menyerahkan Diri, Kronologi dan Penyebab Mayat Sampai Dibakar Terungkap

Ultimatum Kapolda, Otak Pelaku Pembunuhan Inah Antimurti Menyerahkan Diri, Asri Ketakutan Jadi DPO

Otak Pembunuhan Inah Menyerahkan Diri, Kronologi dan Penyebab Mayat Sampai Dibakar Terungkap
Facebook/Inah Antimurti/tribunsumsel
Ultimatum Kapolda, Otak Pelaku Pembunuhan Inah Antimurti Menyerahkan Diri, Asri Ketakutan Jadi DPO 

Hubungan keduanya justru diketahui pihak keluarga dari rekan-rekan Ina.

"Karena dia (Ina) memang tidak banyak cerita soal urusan pribadi. Sebenarnya Ina orangnya ceria dan ramah. Tapi kalau urusan pribadi Ina tidak pernah mau banyak cerita," ujarnya.

Dalam kesehariannya, keluarga Ina mengenal AS sebagai pribadi yang kurang baik dan memiliki pekerjaan.

Bahkan Jaka juga mendengar bila AS memiliki pekerjaan menjual barang-barang haram.

"Dia (AS) tidak ada kerjanya, luntang-lantung. Kami dengar dia kerjanya jual sabu. Orang nggak benar dia itu," ujarnya.

Jaka mengatakan, sebelum kejadian tepatnya di hari Jumat, Asri diketahui sering menghubungi Ina. Namun, Ina menolaknya karena ada urusan yang harus diselesaikannya.

Informasi itu didapat pihak keluarga dari teman Ina.

"Teman-temannya yang cerita, kita dengar dari temannya itu," ujar Jaka

Pihak keluarga berharap Asri segera tertangkap dan seluruh pelaku bisa tertangkap dan mendapat hukuman setimpal.

"Kalau bisa hukuman mati. Kami ingin keadilan untuk Ina,"tegasnya. (Cr8)

Sebelum tewas dengan cara dijerat lehernya menggunakan kawat, korban Ina sempat diperkosa dua pelaku.

Pemerkosaan ternyata dilakukan ASri (DPO) dan Malik. Usai diperkosa, barulah korban dieksekusi dengan peran masing-masing.

Setelah korban dieksekusi, barulah mayat korban dibawa ke lokasi pembakaran yang ada di wilayah Ogan Ilir.

Disanalah, Asri dan F membakar korban yang sudah dalam keadaan tewas.

"Asri yang memperkosa, Asri yang pertama kali memperkosa," ujar Malik.

Ternyata, tak hanya Asri yang memperkosa. Malik juga ikut memperkosa korban karena tidak tahan saat AS melakukan pemerkosaan di hadapan mereka.

"Kami tidak ikut memperkosa, hanya Asri dan Malik. Kami hanya memegang kaki dan tangan saja," ujar DP alias Y.

Status FacebookIdentitas mayat wanita yang ditemukan tewas terbakar di kawasan ogan ilir minggu (20/1/2019) akhirnya terkuak.

Adapun sosok wanita muda tersebut diduga kuat bernama Inah Antimurti warga Gelumbang Kabupaten Muaraenim.

Bermula dari laporan yang disampaikan pihak keluarga Ina Animurti ke polres ogan ilir pada senin (21/1).

Menyebut pihak keluarga kehilangan Ina Antimurti  yang pergi dari rumah dan tidak kembali sejak Sabtu (19/1/2019)

Selang beberapa hari, penemuan mayat wanita yang kondisinya terbakar di atas sebuah ranjang tidur.

Dimana akhirnya terkuak jika mayat tersebut adalah Ina Antimurti yang menghilang.

Berdasarkan penelusuran Tribunsumsel.com lewat akun media sosial facebook korban di @inah Mutia.

Diketahui Ina Antimurti merupakan seorang ibu muda yang baru memiliki satu orang anak.

Terlihat beberapa unggahan Ina Antimurti yang membagikan foto seorang anak perempuan diduga putrinya

Ina Antimurti juga diketahui cukup aktif mengupdate status via facebook.

Terlihat dari postingan terakhir Ina Antimurti  yang diunggah pada 3 Januari 2019 lalu.

Dalam postingan itu nampak Ina Antimurti mencurahkan rasa rindunya terhadap seseorang.

" Peluk aku ketika kita bertemu, dan katakanlah aku ingin bersamamu," Tulis Ina Antimurti

Postingan status itu pun menjadi unggahan terakhir Ina Putri di akun Facebooknya.

Pasca pada sabtu 19 januari pergi keluar dan tak pernah kembali.

Beberapa rekan media sosialnya pun terlihat ramat memberikan komentar di status terakhirnya itu.

Para teman facebooknya nampak mengkhawatirkan kondisi Ina Mutia.

Ditemukan Hangus Terbakar di Semak

Akhir pekan tadi warga Desa Sungai Rambutan SP II Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) digemparkan penemuan mayat wanita.

Pasalnya, Minggu sore (20/1) pukul 16.30, warga dikejutkan dengan temuan mayat berjenis kelamin perempuan yang dalam posisi hangus terbakar di semak Desa Sungai Rambutan.

Saat ditemukan, mayat berjenis kelamin perempuan yang belum diketahui identitasnya itu, dalam posisi diatas alas "spring bed" dengan kondisi jenazah terlilit kawat tembaga.

Penemuan mayat tersebut berawal pada Minggu sore, (20/1) pukul 16.00,

Saksi Tugino (45 tahun), saat itu sedang menggembala kambing yang berjarak tak begitu jauh dari lokasi temuan mayat.

Saat menggembala hewan ternak miliknya, Tugino tiba-tiba dikagetkan ada sebuah benda menyerupai ranjang besi tempat tidur dalam posisi terbakar.

Lalu saat didekati, pada bagian tengahnya ternyata terdapat tulang tengkorak manusia yang telah hangus dan sulit dikenali.

Atas temuan tersebut, ia pun langung memberitahu tahu warga dan melaporkan ke Kepala Dusun setempat sembari menghubungi aparat Kepolisian Polsek Indralaya.

Menerima informasi adanya temuan mayat wanita terbakar, sejumlah aparat Kepolisian langsung meluncur ke-TKP.

Kapolsek Indralaya AKP Bambang Julianto SH memastikan bila itu merupakan sesosok mayat manusia berjenis kelamin perempuan.

Karena dari hasil olah TKP dan penyelidikkan pada bagian sekitar mayat.

Hasilnya, ditemukan sebuah properti berupa antingan, serta kepala ikat pinggang yang biasa dikenakan oleh seorang perempuan.

"Dari hasil penyelidikkan diketahui, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan. Namun identitas belum diketahui," ujar Kapolsek Indralaya, Minggu (20/1/2019).

Dijelaskan Kapolsek, guna mendukung pengungkapan identitas mayat lebih lanjut dari TKP pihaknya mengamankan barang-barang bukti berupa spring bed yang sudah hangus terbakar.

Antingan yang dikenakan korban, kepala ikat pinggang perempuan, jam tangan, hp kecil yang sudah terbakar, serta kawat tembaga.

"Mayat tersebut diduga berusia 17 - 20 tahun," jelas AKP Bambang.

AKP Bambang menambahkan, dari keterangan seorang saksi saat dilakukan pemeriksaan mengaku melihat ada sebuah mobil jenis truk melintas di TKP pada Minggu dinihari (20/1) pukul 02.00.

Namun saksi tidak begitu mengetahui identitas jenis truk beserta nomor platnya.

"Dari keterangan saksi tersebut masih kita dalami untuk giat penyelidikkan," tambah Kapolsek.

Peran 4 Tersangka

Polda Sumsel bersama Polres Ogan Ilir dan Polres Muaraenim menangkap empat orang yang diduga pelaku pembakar mayat wanita di atas springbed, Rabu (23/1/2019).

Berdasarkan informasi, keempat pelaku yang ditangkap ini dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres Ogan Ilir diback up Polda Sumsel.

Keempat pelaku ini, mempunyai peran masing-masing saat menghabisi dan membakar korban.

Keempat tersangka itu kini diamankan di ruang Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Keempat orang ini memiliki peran masing-maisng saat mengeksekusi korban yang diduga kuat Ina Antimurti.

Keempat tersangka yakni Feri (30) warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang Muara Enim berperan mengikat korban, mengangkat mayat dan kasur dari lokasi pembunuhan di kota korban di Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Muara Enim.

Tersangka FR (16 tahun), warga Dusun 1 Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Muara Enim berperan memantau situasi saat mayat akan diangkut dari dilokasi pembunuhan.

"Saat akan mengeksekusi, aku juga bertugas memegang kaki korban. Baru memantau situasi," ujarnya.

Tersangka Abdul Malik alias Tete (22), warga Dusun 1 Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Muara Enim.

Ia berperan menahan kaki korban saat diperkosa pelaku AS (DPO) bertugas menaikkan korban ke atas mobil. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Ultimatum Kapolda, Otak Pelaku Pembunuhan Inah Antimurti Menyerahkan Diri, Asri Ketakutan Jadi DPO

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved