Breaking News:

Jalur Alternatif Salatiga-Boyolali Ambles, Tanah Labil Kedungringin Kecamatan Suruh

Jalan alternatif penghubung Desa Kedungringin dengan Desa Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, ambles hingga 50 meter.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Gambaran kondisi jalan yang ambles di Desa Kedungringin Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Jalan alternatif penghubung Desa Kedungringin dengan Desa Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, ambles dan longsor ke Sungai Serang hingga 50 meter.

Jalan yang longsor itu tak hanya menjadi jalur penghubung di dua desa itu, tetapi juga untuk beberapa wilayah di Kota Salatiga dan Kabupaten Boyolali.

Kepala Desa Kedungringin Sigit Pramono mengatakan, jalan tersebut rusak parah karena kondisi tanah labil ditambah intensitas curah hujan tinggi beberapa hari terakhir ini.

"Itu akses wilayah VII Dusun Krenceng-Krisik yang menghubungkan ke Dusun Lestri, kemudian wilayah Randurancang Desa Sukorejo juga ke Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (27/1/2019).

Menurut Sigit, meski bersifat alternatif namun menjadi akses penting bagi warga di perbatasan Boyolali-Salatiga seperti wilayah Mongkrong maupun Wonosegoro, di tiap harinya.

Dikatakannya, dampak lain dari ambles serta terputusnya akses tersebut juga dapat mengancam saluran irigasi yang berada di bawahnya, yang selama ini dimanfaatkan mengairi area persawahan.

"Luas area persawahan warga ada sekitar 80 hektare. Apalagi di bawah ada aliran Sungai Serang yang banyak dimanfaatkan warga, kami khawatir bisa tertimbun," ujarnya.

Ia menjelaskan, di lokasi tersebut memang kerapkali terjadi longsor, jalan ambles.

Sekali lagi, dikarenakan kondisi tanah labil.

Sigit Pramono melanjutkan, jalan itu terakhir dibangun pada 2016 lalu, diaspal dan diberi talut menggunakan dana desa setempat.

"Kondisi jalan itu mulai terlihat retak-retak di bagian tengah, pada Jumat (25/1/2019) siang. Sabtu (26/1/2019) pagi ada laporan jika sepanjang 30 meter sudah ambles dan longsor menjorok ke arah Sungai Serang sejauh 50 meter," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved