Banjir di Pekalongan, Warga Nekat Bertahan di Tengah Banjir Karena Takut Harta Bendanya Hilang

“Kalau tidak ada yang menunggu di rumah kami khawatir surat ataupun benda berharga hilang atau tersapu banjir,” paparnya

Banjir di Pekalongan, Warga Nekat Bertahan di Tengah Banjir Karena Takut Harta Bendanya Hilang
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Rumah Mohammad Sobirin di Klego Rt 03 Rw 02 Kecamatan Pekalongan Timur terendam sedalam pinggang orang dewasa, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Mayoritas para lelaki masih bertahan di dalam rumah walaupun air menggenangi pemukiman setinggi pinggang orang dewasa.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Klego Kecamatan Pekalongan Timur di mana air masih mengepung pemukiman.

Mohammad Sobirin (45) warga Klego menuturkan, ia sengaja bertahan karena di dalam rumah berisi benda-bedan berharga.

“Mayoritas yang bertahan laki-laki karena perempuan dan anak-anak mengungsi,” katanya, Senin (28/1/2019).

Ditambahkannya, surat dan benda berharga sengaja ia tunggui karena takut hilang.

“Kalau tidak ada yang menunggu di rumah kami khawatir surat ataupun benda berharga hilang atau tersapu banjir,” paparnya.

Sementara itu, Marsyanah (60) warga lainya menuturkan mulai terserang gatal-gatal.

“Kaki saya mulai gatal-gatal karena terendam air sejak Sabtu malam,” imbuhnya.

Wanita 60 tahun tersebut mangku belum ada bantuan ataupun tim kesehatan yang datang.

“Rumah saya sudah seperti tambak, dan belum ada yang datang untuk memberikan bantuan baik tim kesehatan maupun bantuan pangan. Saya hanya memasak menggunakan pemanas nasi untuk suami saya,” tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved