Identitas 14.000 Orang Positif HIV di Singapura Bocor di Internet

Identitas dan informasi rahasia dari 14.200 orang yang didiagnosis HIV di Singapura dilaporkan telah dicuri dan dibocorkan ke internet.

Identitas 14.000 Orang Positif HIV di Singapura Bocor di Internet
Dailymirror
Alat tes HIV ini dipasarkan sejak Senin (27/5/2015), sudah teruji keakuratannya 99,7 persen. 

TRIBUNJATENG.COM - Identitas dan informasi rahasia dari 14.200 orang yang didiagnosis HIV di Singapura dilaporkan telah dicuri dan dibocorkan ke internet.

Insiden kali ini menjadi kasus kebocoran data besar-besaran yang terjadi untuk kali kedua di Singapura dalam beberapa bulan terakhir.

"Informasi rahasia mengenai 14.200 individu yang didiagnosis dengan HIV, hingga Januari 2013, termasuk 2.400 kontak mereka, telah dimiliki oleh seseorang yang tidak berwenang," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

"Informasi tersebut telah diungkapkan tanpa izin ke dunia maya. Kami mohon maaf atas kecemasan dan kesulitan yang disebabkan oleh insiden ini," lanjut pernyataan itu.

Informasi pribadi yang telah dicuri tersebut di antaranya meliputi nama, nomor identifikasi, detail kontak, hasil tes HIV, serta informasi medis lainnya.

Video Viral Konsumen Pukul Petugas SPBU Bandungan, Tommy: Berawal dari Ditutupnya Jalur Premium

"Akses untuk informasi tersebut saat ini telah diblokir, namun data itu masih dimiliki oleh orang yang membocorkannya, dan tidak menutup kemungkinan untuk kembali diungkapkan," kata kementerian.

Dilansir AFP, mereka yang terdampak oleh kebocoran informasi kali ini adalah 5.400 warga Singapura yang didiagnosis dengan HIV hingga Januari 2013, serta 8.800 warga asing yang didiagnosis dengan HIV sampai dengan Desember 2011.

Kementerian Kesehatan dilaporkan menerima informasi tentang kebocoran data rahasia tersebut oleh pihak kepolisian pada pekan lalu.

Pihak kementerian meyakini informasi rahasia tersebut dimiliki oleh Mikhy Farrera Brochez, seorang pria berkewarganegaraan AS yang pernah tinggal di Singapura selama 2008 hingga 2016.

Dia disebut sempat ditahan pada Maret 2017 setelah dinyatakan bersalah atas kasus penipuan dan pelanggaran narkoba.

Halaman
12
Editor: suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved