Kakek Tunanetra Penjual Sapu Keliling Purwokerto, Miswadi Sehari Jalan Kaki Bawa 12 Sapu

MISWADI (71), warga Desa Karangsari Rt 04 Rw 01 Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas kesehariannya sebagai penjual sapu keliling di Kota Purwokerto.

Kakek Tunanetra Penjual Sapu Keliling Purwokerto, Miswadi Sehari Jalan Kaki Bawa 12 Sapu
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Miswadi, kakek tunanetra penjual sapu keliling warga Desa Karangsari Rt 04 Rw 01 Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. 

Lalu sejak kapankah dia mengalami kebutaan?

Menurut Miswadi, dirinya sudah menjadi tunanetra sejak 1960 atau di saat usianya 12 tahun.

"Kejadian bermula pada 1958, selepas pulang dari sawah dekat rumah, menyempatkan diri membasuh muka di saluran irigasi sawah," terang Miswadi.

Tetapi, lanjutnya, seusai membasuh muka dan pulang ke rumah mata serasa berair, gatal, dan pegal.

"Setiap pagi merintih kesakitan. Berobat ke manapun juga tidak sembuh-sembuh," tuturnya.

Dia pun pernah diberi masukan, bila tidak menemukan obat yang cocok bisa pecah bola matanya dan akan membahayakan.

"Menurut masyarakat setempat lokasi saya membasuh muka adalah tempat angker dan mistis. Tetapi entahlah kebenarannya. Sudah berpuluh tahun ini saya pasrah dan ingin terus bersemangat demi keluarga," tuturnya. (*)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved