Wartawan Gadungan Ini Peras Pengusaha Salatiga, Kerugian Total Capai Rp 35 Juta

Petugas Satreskrim Polres Salatiga mengamankan wartawan gadungan bernama Alif Akbari (29) warga Ceulibadak Rt 02 Rw 05 Tegalmujul Purwakarta.

Wartawan Gadungan Ini Peras Pengusaha Salatiga, Kerugian Total Capai Rp 35 Juta
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono memperlihatkan sosok Alif, wartawan gadungan yang ditangkap karena terbukti memeras pengusaha di wilayah hukumnya, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Petugas Satreskrim Polres Salatiga mengamankan wartawan gadungan bernama Alif Akbari alias Alif (29) warga Ceulibadak Rt 02 Rw 05 Tegalmujul Purwakarta Provinsi Jawa Barat.

Dia ditangkap karena terbukti memeras seorang pengusaha Salatiga bernama AR (50).

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, pelaku dalam operasinya mengaku sebagai seorang wartawan Radar Metro atau Radar Nusantara dan mengancam akan memberitakan aib korban.

"Kasus penipuan atau pemeresaran ini berawal ketika tersangka mengambil foto korban saat menginap di hotel Salatiga bersama seorang wanita," terangnya kepada Tribunjateng.com saat gelar perkara di Mapolres Salatiga Senin (28/01/2019).

Gatot menjelaskan, usai mendapatkan foto, tersangka mendatangi rumah korban apabila tidak memberikan uang senilai Rp 30 juta tersangka akan memuat foto korban di hotel bersama wanita yang diduga bukan istrinya di surat kabar Radar Nusantara. 

"Korban pun memenuhi permintaan tersangka dan mengirim uang Rp 30 juta melaui e-banking ke nomor rekening yang diberikan tersangka. Selang beberapa waktu tersangka kembali meminta uang Rp 5 juta kepada korban. Korban pun kembali mengirimkan uang yang diminta tersangka," katanya.

Setelah mengirimkan uang total Rp 35 juta, kata Gatot, korban merasa dirinya telah diperas.

Akhirnya korban melapor ke Polres Salatiga dan laporan langsung ditindaklanjuti.

Setelah mengetahui keberadaan tersangka, polisi penangkapannya. 

"Selain menangkap tersangka, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang sebesar Rp 3 juta sisa dari hasil pemerasan total Rp 35 juta, serta bukti transaksi pengiriman uang melalui e-banking," ungkap Gatot.

Kepada tersangka dijerat Pasal 378 KUHPidana atau 369 KUHPidana dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara.

"Tersangka kami tahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Sementara 2 tersangka lain kini masih buron," tandasnya.

Tersangka Alif (29) mengakui perbuatannya nekat melakukan pemerasan dengan mengaku sebagai wartawan  karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Saya mohon maaf karena perbuatan saya telah mencemarkan nama baik profesi wartawan. Saya melakukan ini (pemerasan) karena terpaksa," ujarnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved