Banjir, Perekonomian Warga Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Lumpuh

BPBD Kabupaten Pekalongan menyatakan pengungsi banjir dari dua Kecamatan yaitu Tirto dan Buaran berkurang.

Banjir, Perekonomian Warga Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Lumpuh
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam air, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - BPBD Kabupaten Pekalongan menyatakan pengungsi banjir dari dua Kecamatan yaitu Tirto dan Buaran berkurang.

Total pengungsi yang sebelumnya mecapai 1.076 pada Senin (28/1) lalu, kini mencapai 812 jiwa.

Adapun dampak terparah berada di Kecataman Tirto di mana 16 desa teredam air.

Camat Tirto, Agus Dwi Nugroho menuturkan perekonomian warga lumpuh karena seluruh desa tergenang.

“Ada pembatik, pengusaha ikan kering ataupun tambak semua tak bisa menjalankan usahanya,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (29/1/2019).

Beberapa fasilitas umum dipaparkannya rusak diterjang air, baik tempat belajar dan kantor desa dipenuhi air.

“Warga banyak yang mengungsi, kami juga terus berkeliling untuk melayani korban banjir. Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga menyuplai konsumsi dan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian,” imbuhnya.

Sementara itu Widodo Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan menerangkan, 12 Sekolah Dasar (SD) terendam air.

“11 SD di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tirto, Wonokerto, dan Kecamatan Sragi terancam tak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar karena terendam air,” katanya.

Data dari Dinas Pendidikan, SDN Mulyorejo, Kranding, Tegaldowo, Jeruksari, Karangjompo di Kecamatan Tirto terendam air.

Sementara di Kecamatan Wonokerto, SDN 1 Bebel, SDN 02 Sijambe, SDN 01 Wonokerto Kulon, SDN 01 dan 02 Pecakaran juga terdampak banjir.

“Yang terakhir di Kecamatan Sragi terdapat dua SD, yaitu SDN 04 dan SDN 05 Sragi juga terdampak banjir,” jelsanya.

Salin SD, Widodo menambahkan 4 Sekaloh Menengah Pertama (SMP) juga terancam tak bisa melaksanakan kegiatan selama beberapa hari.

“Karena SMPN 2 Tirto, SMPN 3 Tirto, SMPN 1 Buatan, dan SMPN 1 Wonokerto terendam hampir dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved